Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Ganggu Pernapasan Balita dan Bising, Pabrik Aspal Disidak Dewan
Rabu, 17 Mei 2017,
18:58 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Seorang balita sempat mengalami gangguan pernapasan di Banjar Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, disebabkan karena polusi dari Pabrik Aspal Probocondo Tunggal Taruna yang ada di banjar tesebut. Hal itu menjadi salah satu alasan Komisi I DPRD Tabanan melakukan sidak ke Pabrik Aspal tersebut, Rabu (17/5).
Selain menyababkan gangguan pernapasan, pabrik aspal yang telah beroperasi sejak delapan tahun lalu itu juga mengeluarkan suara bising. Diduga ada penambahan mesin produksi.
[pilihan-redaksi]
“Kami menerima keluhan dari masyarakat setempat yang menyebutkan ada balita yang mengalami gangguan pernapasan ketika diperiksa ke Puskemas. Akibatnya si balita tersebut diungsikan ke rumah saudaranya yang jauh dari Pabrik Aspal,” jelas I Putu Eka Nurcahyadi, Ketua Komisi I DPRD Tabanan, Rabu (17/5).
Hal itu juga dibenarkan oleh warga setempat I Gede Wayan Darmawan (38). Ia mengatakan keluhan ini sudah dirasakan sejak tiga tahun sebelumnya. Namun baru dikordinasikan dan melakukan sangkep banjar bersama seluruh krama sekitar tiga minggu lalu.
Pada sangkep banjar tersebut telah pula dilaksanakan dua kali paruman, yang topiknya membahas keluhan asap, bau, dan suara bising yang ditimbulkan pabrik aspal tersebut.
"Kami keberatan jika terus seperti ini, kesehatan bisa terus buruk jika setiap hari merasakan ini," ungkapnya.
Diakuinya, kontribusi pabrik yang diberikan selama ini memang ada baiknya kepada desa maupun krama Banjar Pucuk. Seperti pabrik memberikan uang kesehatan per KK Rp700 ribu setahun pada 76 KK warga Banjar Pucuk.
"Intinya kami mengeluhkan kesehatannya saja, kedepannya bagaimana cara mengatasi, terkait dengan letak di mana akan membangun silahkan saja asalkan sesuai aturan, tetapi dampak yang ditimbulkan keberadaan pabrik ini harus dicarikan solusi," tandasnya.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi mengatkan indikasi ditutup sudah ada sekitar 70 persen melihat dari dampak yang dihasilkan.
"Tetapi sebelum itu kami melihat dulu aturannya, terutama di DLH dan Perizinan," tandas Eka Nurcahyadi.
Karyawan Operasional PT Probocondo Tunggal Taruna I Wayan Bagiada mengakui pihaknya telah mendengar keluhan warga Banjar Pucuk sekitar 3 minggu lalu. Namun hal ini telah ada rapat pada tanggal 15 Mei 2017 di kantor desa bersama dengan warga maupun camat.
Saat itu pihak perusahaan dikatakan sanggup menanggulangi keluhan masyarakat tersebut.
"Saat itu saya dengar pihak perusahaan akan sanggup menanggulangi keluhan masyarakat," ujar Bagiada yang merupakan warga Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan Tabanan.
Ia menambahkan, perusahaan ini sudah berdiri sejak 8 tahun yang luas tanahnya mencapai 2,5 hektar dengan produksi aspal sehari 300 ton. Perusahaan ini dikordinatori oleh I Wayan Sumindra, warga Banjar Branjingan, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. Sementara kantornya ada di Denpasar.
"Kordinator saya setelah dihubungi tadi tidak bisa datang karena ada kegiatan," jelas Bagiada. [nod/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026