Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konsumsi Rokok di Indonesia Mencapai Titik Mengkhawatirkan

Rokok Elektrik Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Minggu, 21 Mei 2017, 08:55 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Epidemi konsumsi rokok di Indonesia mencapai titik yang mengkhawatirkan. Lebih dari sepertiga 36,3 persen penduduk Indonesia dikategorikan sebagai perokok saat ini. Diantara remaja usia 13 - 15 tahun, terdapat 20 persen perokok dimana 41 persen diantaranya adalah remaja laki - laki dan 3,5 persen remaja perempuan.
 
Menurut dr. Theresia Sandra Diahratih, MHA Kasubdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif, direktorat Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, menjelaskan rokok elektrik yang saat ini banyak ditemukan juga sangat berbahaua sama dengan rokok biasa. Hal tersebut karena banyak sekali bahan yang dapat di campurkan ke dalam alat rokok elektrik tersebut.
 
"Rokok elektrik itu bisa diisi dengan bahan - bahannya dua kali lipat bahkan lebih," kata dr. Theresia Sandra Diahratih, MHA saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (12/05/2017).
 
Senada dengan hal tersebut, Direktur Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. HR. Dedi Kuswenda, M.Kes menambahkan isi dari rokok elektrik tersebut bisa diganti dengan bahan lain. Hal ini sangat ditakutkan dan berbahaya.
 
"Rokok elektrik itu kan ada isinya. Isinya bisa diganti dengan narkoba. Itu yang berbahaya," papar Dedi Kuswenda.
 
Kebiasaan merokok di Indonesia telah membunuh setidaknya 235.000 jiwa setiap tahunnya dan memerlukan biaya pengobatan yang cukup besar. Tahun 2014, sekitar 4,8 juta kasus penyakit jantung mencapai 8,189 T, dan 894 ribu kasus penyakit kanker di klaim mencapai 2 T, sedangkan tahun 2015, mencapai 3,9 juta kasus penyakit jantung, sekitar 5,462 T, dan 724 ribu kasus kanker dengan klaim sampai 1,3 T.[bbn/idc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami