Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Gerakan Buddha Garis Keras Myanmar Ganti Nama
Rabu, 31 Mei 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Naypyidaw. Kelompok ultranasionalis pimpinan biarawan Buddha di Myanmar, Ma Ba Tha, akhirnya memutuskan untuk mengganti nama.
Langkah itu dilakukan setalah otoritas Buddha melarang kelompok yang sering dituduh anti-Islam tersebut.
Kelompok ini menguat di bawah rezim militer sebelumnya dengan mengusung nasionalisme Buddha yang kemudian memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim.
[pilihan-redaksi]
Otoritas Buddha Myanmar, yang dalam beberapa bulan terakhir merenggangkan hubungan dengan Ma Ba Tha, memutuskan untuk melarang seluruh aktivitas kelompok ini terhitung mulai pertengahan Juli, kata kantor berita AFP.
Jika Ma Ba Tha tetap melakukan kegiatan, otoritas Buddha Myanmar akan membawa kelompok ini ke pengadilan.
Ancaman ini tidak mengendurkan ribuan biarawan, biarawati, dan simpatisan mereka untuk menghadiri pertemuan di Yangon, hari Minggu (28/5/2017). Banyak di antaranya yang menyatakan mereka tidak akan mundur.
Kelompok ini mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan memakai nama baru: Yayasan Filantropi Buddha Dhamma.
"Kami mendesak para anggota di semua daerah dan negara bagian untuk bekerja bagi negara, rakyat, dan agama dengan menggunakan nama Yayasan Filantropi Buddha Dhamma," demikian pernyataan tertulis yang ditandatangani pemimpin biawaran, Tilawka Biwuntha.
Beberapa kalangan menilai bahwa nama baru jauh lebih lunak dibandingkan Ma Ba Tha, yang merupakan kependekan dari 'Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama'.
Salah satu tokoh Ma Ba Tha adalah biarawan bernama Wirathu yang dikenal aktif menyuarakan gagasan bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam.
Komunitas Muslim telah hidup di Myanmar selama beberapa abad, namun jumlahnya hanya 5 persen dari total penduduk.
Menurut AFP, kalangan Buddha garis keras dalam beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan memaksa penutupan dua sekolah di Yangon yang mereka katakan tak punya izin untuk berfungsi sebagai tempat ibadah.
Polisi telah menahan beberapa figur nasionalis belum lama ini menyusul bentrok di perkampungan Muslim di Yangon, yang dipicu dengan penggerebekan terhadap beberapa rumah yang dicurigai menampung orang-orang Muslim Rohingya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026