Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gerakan Buddha Garis Keras Myanmar Ganti Nama
Rabu, 31 Mei 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Naypyidaw. Kelompok ultranasionalis pimpinan biarawan Buddha di Myanmar, Ma Ba Tha, akhirnya memutuskan untuk mengganti nama.
Langkah itu dilakukan setalah otoritas Buddha melarang kelompok yang sering dituduh anti-Islam tersebut.
Kelompok ini menguat di bawah rezim militer sebelumnya dengan mengusung nasionalisme Buddha yang kemudian memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim.
[pilihan-redaksi]
Otoritas Buddha Myanmar, yang dalam beberapa bulan terakhir merenggangkan hubungan dengan Ma Ba Tha, memutuskan untuk melarang seluruh aktivitas kelompok ini terhitung mulai pertengahan Juli, kata kantor berita AFP.
Jika Ma Ba Tha tetap melakukan kegiatan, otoritas Buddha Myanmar akan membawa kelompok ini ke pengadilan.
Ancaman ini tidak mengendurkan ribuan biarawan, biarawati, dan simpatisan mereka untuk menghadiri pertemuan di Yangon, hari Minggu (28/5/2017). Banyak di antaranya yang menyatakan mereka tidak akan mundur.
Kelompok ini mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan memakai nama baru: Yayasan Filantropi Buddha Dhamma.
"Kami mendesak para anggota di semua daerah dan negara bagian untuk bekerja bagi negara, rakyat, dan agama dengan menggunakan nama Yayasan Filantropi Buddha Dhamma," demikian pernyataan tertulis yang ditandatangani pemimpin biawaran, Tilawka Biwuntha.
Beberapa kalangan menilai bahwa nama baru jauh lebih lunak dibandingkan Ma Ba Tha, yang merupakan kependekan dari 'Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama'.
Salah satu tokoh Ma Ba Tha adalah biarawan bernama Wirathu yang dikenal aktif menyuarakan gagasan bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam.
Komunitas Muslim telah hidup di Myanmar selama beberapa abad, namun jumlahnya hanya 5 persen dari total penduduk.
Menurut AFP, kalangan Buddha garis keras dalam beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan memaksa penutupan dua sekolah di Yangon yang mereka katakan tak punya izin untuk berfungsi sebagai tempat ibadah.
Polisi telah menahan beberapa figur nasionalis belum lama ini menyusul bentrok di perkampungan Muslim di Yangon, yang dipicu dengan penggerebekan terhadap beberapa rumah yang dicurigai menampung orang-orang Muslim Rohingya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026