Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Gerakan Buddha Garis Keras Myanmar Ganti Nama
Rabu, 31 Mei 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Naypyidaw. Kelompok ultranasionalis pimpinan biarawan Buddha di Myanmar, Ma Ba Tha, akhirnya memutuskan untuk mengganti nama.
Langkah itu dilakukan setalah otoritas Buddha melarang kelompok yang sering dituduh anti-Islam tersebut.
Kelompok ini menguat di bawah rezim militer sebelumnya dengan mengusung nasionalisme Buddha yang kemudian memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim.
[pilihan-redaksi]
Otoritas Buddha Myanmar, yang dalam beberapa bulan terakhir merenggangkan hubungan dengan Ma Ba Tha, memutuskan untuk melarang seluruh aktivitas kelompok ini terhitung mulai pertengahan Juli, kata kantor berita AFP.
Jika Ma Ba Tha tetap melakukan kegiatan, otoritas Buddha Myanmar akan membawa kelompok ini ke pengadilan.
Ancaman ini tidak mengendurkan ribuan biarawan, biarawati, dan simpatisan mereka untuk menghadiri pertemuan di Yangon, hari Minggu (28/5/2017). Banyak di antaranya yang menyatakan mereka tidak akan mundur.
Kelompok ini mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan memakai nama baru: Yayasan Filantropi Buddha Dhamma.
"Kami mendesak para anggota di semua daerah dan negara bagian untuk bekerja bagi negara, rakyat, dan agama dengan menggunakan nama Yayasan Filantropi Buddha Dhamma," demikian pernyataan tertulis yang ditandatangani pemimpin biawaran, Tilawka Biwuntha.
Beberapa kalangan menilai bahwa nama baru jauh lebih lunak dibandingkan Ma Ba Tha, yang merupakan kependekan dari 'Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama'.
Salah satu tokoh Ma Ba Tha adalah biarawan bernama Wirathu yang dikenal aktif menyuarakan gagasan bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam.
Komunitas Muslim telah hidup di Myanmar selama beberapa abad, namun jumlahnya hanya 5 persen dari total penduduk.
Menurut AFP, kalangan Buddha garis keras dalam beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan memaksa penutupan dua sekolah di Yangon yang mereka katakan tak punya izin untuk berfungsi sebagai tempat ibadah.
Polisi telah menahan beberapa figur nasionalis belum lama ini menyusul bentrok di perkampungan Muslim di Yangon, yang dipicu dengan penggerebekan terhadap beberapa rumah yang dicurigai menampung orang-orang Muslim Rohingya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026