Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




"Ijazah SMK, Kerja di Spa Karena Penghasilan Lumayan" [PART II]

Laporan Tim Investigasi Berita Bali

Jumat, 2 Juni 2017, 11:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Tak hanya bekerja di karaoke, banyak (oknum) gadis Bali kini bekerja di spa yang menyediakan layanan plus-plus. Seperti apa? Berikut hasil penelusuran Tim beritabali.com.
 
Penelusuran jejak Gadis Bali yang bekerja di spa "plus-plus" dilakukan Tim di sebuah spa di kawasan Jalan Tukad Badung Renon. Lokasi spa ini berada agak di tengah pemukiman warga, tidak ada di pinggir jalan utama Tukad Badung yang ramai.
 
[pilihan-redaksi]
Saat tiba di parkiran, Tim investigasi disambut seorang petugas keamanan berbadan kekar. Dengan ramah petugas security mempersilakan Tim untuk masuk ke ruang penerimaan tamu. Ruang tamu spa ini tidak begitu luas namun bersih.
 
Seorang petugas laki-laki dengan ramah menyambut tim dan langsung menawarkan terapis-terapis yang ada. Petugas bagian penerimaan tamu ini kemudian memanggil para terapis untuk "showing" atau tampil langsung di hadapan tamu. Rata-rata masih berusia muda dan berpenampilan menarik.
 
Ada berbagai paket spa yang ditawarkan di tempat ini dengan tarif mulai dibawah Rp 500 ribu hingga mencapai Rp 1 jutaan untuk sekali spa. Service atau pelayanan yang ditawarkan berbeda-beda sesuai besar jumlah uang yang dibayarkan.
 
Setelah memilih terapis, tim kemudian masuk ke dalam salah satu kamar dan mulai menjalani layanan spa. Sebelum memulai melakukan pemijatan, terapis yang sebut saja bernama Luh Sandat, meminta tim untuk mandi. 
 
"Biar bersih," katanya.
 
Usai mandi, sang terapis meminta Tim untuk berbaring dan mulai melakukan pemijatan. Selama melakukan proses pemijatan, terapis ini mulai memperkenalkan diri. Ia mengaku berasal dari sebuah desa di wilayah Kabupaten Bangli. Ia mengaku sudah bekerja selama hampir dua tahun di spa ini.
 
Luh Sandat mengaku bekerja sebagai pegawai receptionist spa kepada keluarganya. Ia tidak mengaku bekerja sebagai tenaga terapis. Luh Sandat mengaku tamatan SMK dan memilih bekerja di Spa karena tidak ada pilihan lain.
 
"Cari kerja dengan gaji layak sekarang susah pak. Kerja di spa ini enak, penghasilan saya lumayan tiap bulannya dibanding kerja di hotel atau vila,"ujar lulusan SMK wisata ini.
 
Untuk menambah penghasilan tambahan, Luh Sandat mengaku kadang memberi layanan ekstra kepada tamunya. Bentuk layanan ekstra dimaksud adalah hand job, blow job, hingga berhubungan badan.
 
[pilihan-redaksi2]
"Tapi tidak selalu pak, tergantung mood dan juga tergantung kesediaan tamu membayar uang ekstra," ujar Luh Sandat yang mengaku sudah punya pacar ini.
 
Kepada Tim, Luh Sandat mengaku akan bekerja sampai punya tabungan yang cukup. Ia bercita-cita akan membuka usaha sendiri di bidang penjualan pakaian adat Bali.
 
"Tapi itu nanti pak, saya jalani yang sekarang aja dulu, bisa kasi orang tua dan adik uang di kampung tiap bulannya sudah bagus," ujar Luh di akhir sesi pemijatan. (bersambung di tautan berikut[bbn/tim/psk] 
 
Sebelumnya, baca Investigasi 1 di tautan berikut : "Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak"
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami