Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berusaha Sembunyikan Identitas, Ketahuan dari Logat Balinya [PART IV]

Senin, 5 Juni 2017, 09:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. (Oknum) gadis asal Bali yang bekerja di spa "plus" berusaha untuk menyembunyikan jati dirinya. Namun identitas diri akhirnya terungkap dari logat Bali dalam bahasa Indonesia yang sulit untuk dirubah.
 
Suatu petang, tim investigasi Beritabali.com menyambangi sebuah lokasi spa yang ada di seputaran kawasan Panjer. Spa yang dikenal menyediakan layanan spa "plus-plus" ini berlokasi agak ke dalam. Jika tidak terbiasa atau sudah pernah ke sana, lumayan sulit untuk menemukan lokasi spa ini.
 
[pilihan-redaksi]
Spa ini dijaga seorang security. Meski berbadan kekar dan berwajah 'katos' atau sangar, namun security bercelana jeans dan berkaos oblong ini dengan ramah mempersilahkan tim masuk ke dalam ruang penerimaan tamu.
 
Di ruang penerimaan tamu, tim disambut petugas laki dan perempuan. Dengan ramah, mereka menawarkan berbagai macam paket spa. Tanpa basa basi, petugas ini menawarkan layanan "plus-plus" yang bisa diperoleh tamu selain pijat, mulai paket minimalis yang hanya bonus "hand job", hingga paket "threesome" dengan dua terapis wanita dengan layanan "komplit".
 
Tim akhirnya memilih 3 terapis wanita. Salah satunya berparas seperti putri China dalam film mandarin. Tim investigasi akhirnya masuk ke bilik masing-masing untuk menjalani sesi pemijatan dan spa.
 
Terapis berwajah seperti putri China ini, sebut saja bernama Luh Sipit. Luh Sipit berkulit putih dengan perawakan langsing. Usianya masih muda, di angka 20-an.
 
Dengan ramah Luh Sipit mempersilahkan Tim untuk mandi terlebih dulu sebelum dipijat.
 
"Sudah sering ke sini pak?," ujarnya membuka percakapan.
 
Usai sesi mandi, Luh Sipit memulai pemijatan. Awalnya ia tidak mengaku dari Bali. Logat bicara bahasa Indonesianya dibuat agar mirip logat dari luar Bali. Antara logat Jakarta dan logat Jawa campur aduk.
 
Setelah lama terlibat obrolan, logat bahasa Indonesia Luh Sipit pelan-pelan ketahuan. Pengaruh bahasa Bali mulai terlihat. Akhirnya ia pun mengaku berasal dari sebuah Desa di daerah Tabanan Bali.
 
"Bapak saya dari Desa "B" di Tabanan pak, tapi ibu saya dari Banyuwangi. Kedua orang tua saya tinggal di Tabanan," ujarnya. 
 
Luh Sipit mengaku seringkali mengaku dari daerah di luar Bali, dan tidak mengaku berasal dari Tabanan. Ia mengaku risih dan takut identitas dan pekerjaannya diketahui keluarganya di Tabanan.
 
Kepada Tim, Luh Sipit mengaku sudah hampir setahun kerja di spa "plus-plus" di kawasan Renon. Ia juga indekos di kawasan Renon agar dekat tempatnya bekerja.
 
Selain mendapat penghasilan "resmi" dari jasa memijat dan spa, Luh Sipit juga mendapat penghasilan tambahan dari tips yang diberikan tamu dan tentu saja dari layanan "plus-plus".
 
"Kalau harganya cocok dan saya juga cocok sama tamunya, saya bisa kasi service lengkap, mulai pijat sensasi, "mandi kucing", "petik mangga", oral, sampai berhubungan seks, pokoknya komplit deh dan jamin ketagihan," ujar Luh Sipit.
 
[pilihan-redaksi2]
Dari pekerjaan di spa plus plus ini, Luh Sipit mengaku mendapat penghasilan yang lumayan mencapai jutaan rupiah setiap bulannya. Uang tersebut selain dipakai untuk memenuhi kebutuhan sendiri, juga sebagian diberikan kepada keluarganya di kampung.
 
Saat ini Luh Sipit mengaku masih "enjoy" dengan pekerjaannya. Namun suatu saat ia mengaku akan berhenti.
 
"Saya juga ingin hidup normal pak, punya suami dan anak. Siapa yang mau kerja kayak gini terus? "ujarnya. (bersambung di tautan berikut) [bbn/tim/psk]
 
Baca Part I di tautan berikut: "Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak"
Baca Part III di tautan berikut: "Kerja di Spa Plus Setelah Ditinggal Mati Ayah" 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami