Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 19 September 2026
Kontes Video LGBT Depkes Malaysia Menuai Kritik
Rabu, 7 Juni 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Kuala Lumpur. Sebuah kontes video melindungi homoseksual dan transgender yang diselenggarakan Departemen Kesehatan Malaysia menuai kritik dari berbagai kelompok aktivis pendukung transgender.
NBC News mengabarkan Selasa (6/6/2017) The Thomson Reuters Foundation misalnya, mengecam kontes video itu malah mengobarkan kebencian bagi kelompok LGBT.
[pilihan-redaksi]
"Lomba video itu mendorong aksi diskriminasi, kebencian bahkan kekerasan terhadap kelompok minoritas," seru Nisha Ayub, aktivis transgender Malaysia. Maklum, belakangan ini, sikap anti LGBT makin mencuat di Malaysia, negara multi etnis yang mayoritas penduduknya Muslim.
Kecaman itu, ditanggapi Lokman Hakim Sulaiman. Deputi Dirjen Kesehatan Malaysia itu mengungkapkan, kontes video yang digelar pihaknya, "Untuk menjaring pandangan dan memperluas pengetahuan kaum muda tentang praktek kehidupan yang sehat," kata Lokman Hakim.
Menurutnya, kontes berjudul 'National Creative Video Competition on Adolescent Sexual and Reproductive Health' tersebut, "Benar-benar murni dan tidak menciptakan diskriminasi pada kelompok tertentu," ujar Sulaiman.
Panduan kontes yang dipasang di laman Departemen Kesehatan itu, menyebutkan video yang ikut dalam kompetisi itu harus melukiskan konsekuensi yang bakal dihadapi bila seseorang menjadi LGBT. Selain itu, video tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan melindungi, menangani dan membantu kelompok LGBT. Kategori lain yang diwajibkan dalam video itu, harus menjelaskan kesehatan seksual dan kejahatan cybersex.
Menurut Lokman, topiknya juga dipilih berdasar statistik yang menunjukkan masalah kesehatan seksual di antara para remaja Malaysia. Termasuk meningkatnya kegiatan seks dan penularan virus HIV penyebab AIDS.
"Kami memberi panduan bagi para petugas kesehatan agar para pasien diperlakukan sama dan dihormati hak-haknya," tutur Lokman. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7586 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5624 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3525 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2383 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026