Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Adi Arnawa Khawatir LPG 3 Kg Langka di Badung bisa Picu Inflasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Badung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung.
Selain menyulitkan masyarakat mendapatkan kebutuhan energi bersubsidi, tersendatnya distribusi gas melon dikhawatirkan memicu kenaikan harga dan berdampak terhadap inflasi daerah.
Bupati Badung Adi Arnawa meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam distribusi LPG bersubsidi.
Menurutnya, kelancaran pasokan menjadi faktor penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga LPG tidak mengalami tekanan.
“Ya, terkait dengan kelangkaan, tentu kami melalui dinas terkait nanti akan meminta untuk segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang memang mempunyai kewenangan terkait dengan masalah gas ini,” jelasnya, Jumat (18/9/2026) di Puspem Badung.
Adi Arnawa berharap distribusi LPG, khususnya ke wilayah Bali dan Kabupaten Badung, dapat kembali berjalan lebih lancar. Menurutnya, tersendatnya pasokan dapat menimbulkan dampak berantai terhadap harga yang harus dibayar masyarakat.
“Tentu kita berharap bahwa upaya untuk pendistribusian, terutama ke Bali ini, ke Badung ini agar lebih lancar, karena ini kan akan berdampak juga terhadap nanti tingkat inflasi kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram tidak hanya berkaitan dengan kesulitan masyarakat memperoleh gas bersubsidi. Keterbatasan pasokan juga dapat memengaruhi ketersediaan barang dan kemudian mendorong kenaikan harga.
“Kalau distribusinya macet, ini juga akan berpengaruh kepada ketersediaan, sehingga akan berdampak kepada harga daripada itu, yang kan secara otomatis akan terjadi inflasi,” paparnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Badung karena inflasi dapat memberikan tekanan terhadap masyarakat maupun perekonomian daerah. “Terjadi inflasi ini juga cukup berat buat kita,” imbuhnya.
Karena itu, Pemkab Badung berharap instansi terkait tidak melihat persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram sebagai persoalan distribusi semata. Penanganan diharapkan dilakukan secara cepat agar pasokan kembali normal dan dampak kenaikan harga dapat ditekan.
“Tentu harapan kami melalui kesempatan ini berharap bahwa instansi terkait agar benar-benar memperhatikan ini,” sebutnya.
Adi Arnawa juga mengingatkan posisi Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata yang mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di Bali dapat dengan cepat menjadi perhatian publik.
“Karena bagaimanapun Bali ini satu daerah, walaupun kecil tapi menjadi sorotan dunia. Apa pun yang terjadi di sini, dunia akan cepat dapat mengakses itu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6970 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan