Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Lapisan Es Puncak Jayawijaya Terancam Lenyap
Selasa, 13 Juni 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Wamena. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wamena, Provinsi Papua, mengimbau kepada masyarakat adat dan pelaku perekonomian agar ikut mencegah lapisan es di Puncak Jayawijaya lenyap.
Menurut Kepala BMKG Wamena Benny Marlissa, apabila tidak ditangani dengan baik maka pada tahun 2020 lapisan es di gunung tertinggi di Indonesia itu akan hilang. Ia mengatakan penebangan hutan yang cukup tinggi berpeluang melenyapkan es di Puncak Jayawijaya.
[pilihan-redaksi]
"Melalui aktivitas yang berlangsung terus tanpa pengawasan dari pemeritah maka dampaknya lapisan es yang tebal makin menyusut. Kita lihat di Wamena penebangan di mana-mana tanpa kontrol, karena masyarakat merasa bahwa mereka punya hak ulayat," ujar Benny di Wamena baru-baru ini.
Ia menyadari penebangan hutan didasari pemenuhan kebutuhan ekonomi. Namun, Benny mengharapkan adanya tindakan penanaman ulang pohon.
"Bukan hanya masyarakat adat, masyarakat pengelola ekonomi yang hanya mengejar keuntungan tanpa mempedulikan lingkungan, sebaiknya jika ada penebangan ada juga penanaman ulang," katanya.
Ia mengatakan rata-rata wilayah pegunungan Papua memiliki lapisan tanah yang sedikit dibandingkan bebatuan sehingga memerluhkan waktu yang lama untuk pertumbuhan pohon.
Sebelumnya, Kepala BMKG Pusat Andi Eka Sakya mengatakan jika tidak ditangani dengan baik maka lapisan es di Puncak Jayawijaya akan hilang pada 2020. Berdasarkan hasil observasi terakhir, November 2016, es di puncak itu menyusut 1,42 meter sejak Mei 2016.
"Tebal es di Puncak Jayawijaya tersisa 20,54 meter. Sejak Mei 2016 es di puncak itu menyusut 4,26 meter dari November 2015 yang disebabkan el nono kuat pada 2015/2016," katanya.
Andi menyebut perlu adanya langkah strategis dari pemerintah dan masyarakat dunia guna menekan pencairan es di Puncak Jayawijaya yang menjadi salah satu dari tiga puncak bersalju di khatulistiwa selain di Benua Afrika dan di Peru.
Langkah dimaksud adalah menghindari perilaku yang memicu pemanasan global seperti penebangan hutan liar dan tingginya produksi emisi karbon. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4686 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026