Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pangdam IX Udayana Gelar Buka Bersama Kebangsaan, Dihadiri Gubernur Bali
Rabu, 21 Juni 2017,
10:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga didampingi oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, menghadiri acara Buka Bersama Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, pada Selasa (20/06).
Dalam kesempatan itu, Pastika mengungkapkan bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, telah merdeka sejak 72 tahun. Namun berbagai peristiwa di berbagai daerah menunjukkan potensi ancaman yang sangat tinggi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa mulai dari konflik antar kelompok, sampai pada ancaman radikalisme dan terorisme .
[pilihan-redaksi]
"Seluruh masyarakat harus selalu mengedepankan prinsip menyama braya dalam hidup bermasyarakat," katanya.
Menurutnya, menyama braya merupakan simpul-simpul persatuan yang didalamnya berisi ikatan-ikatan kebersamaan dengan dilandasi oleh rasa saling memiliki serta dengan semangat kekeluargaan antar umat.
"Nyama Hindu, Nyama Islam, Nyama Kristen, Nyama Katolik, Nyama Konghucu dan Nyama Budha kita semua adalah nyama yang berarti saudara, yang harus melindungi, menghormati, mengasihi dan menyayangi satu sama lain sehingga tidak ada ketersinggungan antar nyama," ujarnya.
Pastika berharap, dengan acara buka puasa yang menghadirkan seluruh umat agama di Bali dan Nusa Tenggara ini bisa memberikan vibrasi positif terhadap keharmonisan hidup bermasyarakat diseluruh Indonesia khususnya di Bali.
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh umat beragama yang ada di Bali dan Nusa Tenggara dalam buka bersama kebangsaan kali ini. Ia berharap dengan acara yang menghadirkan sekitar 6000 orang tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat di negara yang heterogen ini.
"Saya harap dengan duduk bersama kita bisa memahami makna dari yang besar harus melindungi yang kecil, mayoritas menyayangi yang minoritas dan yang kecil menghormati yang besar, jika makna tersebut sudah dipahami maka kedamaian dalam hidup bermasyarakat di negara yang heterogen ini dapat terwujud dengan baik," pungkasnya. [rls/prov/wrt]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2040 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026