Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
KPPAD Ajak Masyarakat Tanggap Kekerasan pada Anak
Senin, 26 Juni 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali mengajak masyarakat lebih kooperatif lagi terhadap permasalahan kekerasan anak dengan melaporkan kejadian-kejadian kekerasan.
Wakil Ketua KPPAD Eka Santi Indra Dewi mengatakan bahwa KPPAD memang dimandatkan untuk menjamin kesejahteraan dan keamanan anak di Bali.
[pilihan-redaksi]
"Hal itu sesuai dengan peraturan yaitu UU Perlindungan Anak no 23 tahun 2002, Perda Prov Bali no 6 tahun 2014 dan Pergub Bali no 48 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Daerah," katanya, (25/6).
Kata dia, adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KPPAD selama setaun ini semenjak dilantik oleh Gubernur Bali 6 Oktober 2016 lalu, yaitu koordinasi dan sosialisasi ke seluruh instansi dan OPD akan pentingnya perlindungan anak. Selain itu, KPPAD juga tak henti-hentinya sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemenuhan terhadap hak anak.
Ia juga menjelaskan hingga saat ini, KPPAD juga berfungsi menghimpun informasi dan isu-isu terkait pelanggaran hak anak, menfasilitasi pengaduan masyarakat serta mengakomodir isu-isu strategis. Dalam rangka mengisi liburan sekolah, dilanjutkannya, KPPAD membuat program bertajuk "goes to school", yaitu sosialisasi terhadap anak-anak dari TK hingga SMP tentang upaya melindungi diri.
"Menurut kami penting memberikan pemahaman terhadap anak-anak tentang berbagai cara melindungi diri, agar upaya-upaya pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin dari kekerasan dan pelecehan sekaual," jelasnya.
Kegiatan itu sudah dilakukan di Tabanan, Gianyar dan Denpasar, sementara Kabupaten lainnya akan menyusul. Selain itu, tim KPPAD akhir-akhir ini juga turut mendampingi orang tua siswa yang mendaftarkan sekolah untuk anak-anak.
"Karena aturan baru tentang rayonisasi, banyak orang tua bingung mendaftarkan anak-anaknya," imbuhnya.
Yang terakhir Ia juga menyarankan agar tersedia fasilitas publik yang juga layak untuk anak-anak.
"Jangan sampai terulang kembali kejadian anak tewas tersetrum ketika hendak minum air di Lapangan Puputan Badung. Hal itu terjadi karena kurang perhatian akan fasilitas publik," katanya. [rls/prov/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026