Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Anak Bupati Kupang Malah Diterima di SMP 2 Kuta Utara
Jumat, 7 Juli 2017,
18:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Hasil monitoring dan evaluasi Komisi Informasi Bali ke SMP Negeri 2 Kuta Utara, di Dalung, Jumat, 7 Juli 2017, menemukan data tambahan siswa yang diterima sekolah mencapai 152 orang dari hasil pengumuman PPDB sebelumnya. Dari 152 tambahan siswa itu, ada 1 nama anak Bupati Kupang dari lulusan SD 1 Ubedolumolo, bisa diterima.
Diketahuinya anak Bupati Kupang ini setelah Komisi Informasi Bali bertemu sejumlah orang tua siswa yang anaknya tidak lulus.
[pilihan-redaksi]
"Saya sudah tinggal di daerah sini sebelum SMP 2 Kuta Utara dibangun pak, malah tidak bisa sekolah di sini, ini ada sekolah dari SD Padangsambian, bahkan dari Kupang malah diterima, apakah karena anak Bupati Kupang?," tanya Merri, seorang tua calon siswa.
Dia bersama orang tua lainnya, Luh Ariyani sempat melihat pengumuman pelulusan tahap kedua di papan yang disediakan, namun nama anaknya tidak ada sama sekali. Awalnya, anak-anak mereka tidak lulus tahap pertama, dan kembali mendaftar tahap kedua, karena ada informasi pendaftaran tahap kedua bisa menyertakan Kipem atau kartu domisili bagi siswa yang tinggal dekat sekolah.
"Harapan kami tentu bisa diterima pak karena kami tinggal di belakang sekolah ini, dan kami memang KK nya bukan di sini, cuma karena informasinya boleh pakai domisili, kami daftar lagi, eh tahunya tidak dapat juga," ujarnya.
Karena ada harapan bisa diterima, dia pun belum mendaftarkan anak anaknya ke sekolah swasta. Mereka berharap ada aspek keadilan karena ada calon siswa yang malah tinggal di denpasar diterima, bahkan dari Kupang.
Ketua Komisi Informasi Bali I Gede Agus Astapa yang didampingi Komisioner KI Bali lainnya Widiana Kepakisan dan Made Wijaya mengaku cukup kaget juga dengan pengumuman tambahan itu. Dalam informasi yang diterima dari pihak sekolah, diketahui proses pendaftatan siswa baru tidak ada masalah, dengan membuka 14 rombel atau rombongan belajar. Padahal dalam Permendikbud 40 tahun 2017, maksimal yang diberikan adalah 11 rombel dengan jumlah siswa 36 orang.
"Kami menyediakan 14 rombel sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, dan double shift, dengan siswa baru 504 orang, " ujar ketua panitia PPDB Wayan Ardi.
Wayan ardi mengakui, untuk implementasi permendikbud di SMP 2 Kuta Utara tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan karena siswa yang berniat sekolah sangat tinggi. Apalagi sekolah swasta di kuta Utara juga sedikit sehingga pihak sekolah tetap menerapkan pola seperti tahun lalu. Hanya saja, bedanya sekarang untuk jalur lokal, sepenuhnya diserahkan ke perbekel di sekitar SMP 2 Kuta Utara, yakni Canggu, Tibu Beneng dan Kerobokan Kelod.
Sementara menyangkut soal adanya calon siswa di luar KK kuta Utara bahkan dari anak Bupati Kupang, guru setempat mengaku tidak tahu.
"Kami tidak tahu pak karena itu sudah keputusan yang ada," ujar Gede Sata, humas SMP 2 Kuta Utara.
Kepala SMP 2 Kuta Utara oka Wijaya ketika dikonfirmasi dengan telepon dan sms, sama sekali tidak bersedia menjawab.
Ketua Komisi Informasi Bali Agus Astapa menyatakan, masyarakat khususnya orang tua siswa yang anaknya tidak lulus, berhak mendapatkan informasi yang akurat sesuai UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Pihak Badan publik dalam hal ini, SMP 2 Kuta Utara tidak boleh menutupi informasi yang menjadi hak masyarakat apalagi sampai merugikan mereka.
"Inilah tugas komisi informasi untuk memastikan SOP mendapatkan informasi oleh masyarakat benar-benar terlaksana," ujarnya.
Kata dia, siapa pun Badan Publik yang dengan sengaja menyembunyikan informasi padahal itu informasi publik, bisa disengketakan ke Komisi Informasi yang muaranya bisa mengarah ke pidana, dengan hukuman penjara 1 sampai 3 tahun, sesuai UU 14 tahun 2008. [rls/wrt]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026