Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasek Suardika, Cerita Pesta Kesenian Bali Tempo Dulu
Minggu, 9 Juli 2017,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pesta Kesenian Bali (PKB) kini menjadi agenda tahunan meriah yang selalu dinanti masyarakat Bali. Di awal pelaksanaannya, PKB ternyata sepi peminat dan pengunjung.
"Dulu di awal-awal pelaksanaannya, PKB sepi peminat dan pengunjung, pengrajin yang mau pameran di arena PKB juga masih sangat sedikit," ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gede Pasek Suardika, kepada beritabali.com, saat ditemui di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 Tahun 2017, belum lama ini.
[pilihan-redaksi]
Karena sepi peminat, lanjut Pasek, Gubernur Bali saat itu, Ida Bagus Mantra, langsung turun tangan mengundang para pengrajin di Bali untuk ikut serta pameran di Pesta Kesenian Bali. Selain pengrajin, Gubernur Ida Bagus Mantra juga aktif mengajak para seniman Bali untuk tampil di arena PKB.
"Art Centre atau taman budaya waktu itu (sekitar tahun 1978 an) belum seperti sekarang. Belum banyak bangunan seperti saat ini, hanya ada bangunan wantilan sederhana saja dan bangunan sederhana untuk pertunjukan seni. Di sini (art centre) waktu itu sudah rutin digelar pentas tari kecak untuk para wisatawan," ujar mantan wartawan yang kini aktif sebagai politisi Partai Hanura ini.
Pasek mengaku punya pengalaman tak terlupakan dengan pelaksanaan PKB. Dulu ia kerap mendampingi orang tuanya yang pengrajin kain endek khas Buleleng, saat pameran di arena PKB.
[pilihan-redaksi2]
"Saya dan keluarga dulu menyewa satu rumah warga selama satu bulan di depan art centre, di jalan Nusa Indah. Rumah sewaan itu untuk tempat tinggal sementara kami selama ikut pameran di PKB,"ujar Pasek.
Menurut pengamatan Pasek, pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) paling sukses ada di era Gubernur Bali Ida Bagus Mantra dan Ida Bagus Oka, dimana antusiasme warga untuk hadir dan berpartisipasi di PKB sangat tinggi.
"Tapi pelaksanaan PKB di tahun-tahun berikutnya juga sukses dan semakin baik pelaksanannnya. Saya berharap pelaksanaan PKB kedepan tetap mengedepankan unsur seni dan budaya, dan tidak lebih mengedepankan unsur bisnis. Boleh ada unsur bisnis di dalam pelaksanaan PKB, tapi unsur tradisi seni budaya harus yang paling utama," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2752 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026