Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Penjaringan Bacagub PDI-P, Cok Rat: Tidak Sesuai Prosedur
Minggu, 9 Juli 2017,
20:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Mekanisme penjaringan bakal calon kepala daerah oleh PDI-P yang dikeluarkan DPP PDI-P, sejatinya sudah dikeluarkan per April 2017 lalu melalui sebuah instruksi. Dalam instruksi bernomor 2706/IN/DPP/IV/2017 yang ditujukan kepada DPD dan DPC PDI-P yang menyelenggarakan pilkada serentak 2018, diharapkan melakukan penjaringan melalui beberapa mekanisme. Salah satunya, yakni jemput bola. Sayangnya, jalur ini tidak dilakukan dengan baik oleh jajaran DPD, termasuk juga di Bali.
[pilihan-redaksi]
Kondisi ini disayangkan Dewan Pertimbangan DPD PDI-P Bali A.A.Ngurah Oka Ratmadi (Cok Rat), Minggu (9/7). Penglingsir Puri Satria sekaligus Tokoh gaek PDI-P ini menyatakan instruksi DPP tidak dilaksanakan secara penuh oleh pengurus partai dalam menjaring calon kepala daerah.
“Sejauh mana pengurus melaksanakan instruksi DPP. Sampai saat ini agaknya, sengaja atau tidak, tidak ada dijalankan,” kata Cok Rat.
Lebih lanjut menurutnya, intsruksi DPP intinya meminta DPD maupun DPC agar melakukan penjaringan dengan sistem jemput bola. DPP sudah mengerti dengan kondisi di masing-masing daerah, sehingga disarakan jemput bola. Siapa pun berhak dijemput, tokoh dijemput, tanyakan, apa mau dicalonkan.
“Saya sesalkan ini, mekanisme ini tidak dijalankan,” katanya.
[pilihan-redaksi2]
Dikatakan, seharusnya, pengurus partai mendatangi tokoh-tokoh yang memiliki massa kuat, nasionalis, sejalan dengan visi misi partai. Di Bali jelas, orang Bali mempertahankan budayanya, menjaga kearifan lokalnya. Ini sudah sikap yang sesuai dengan visi dan misi PDI-P. Namun, ini tidak dijalankan.
Selain itu, Cok Rat juga meminta kepada DPD maupun DPP agar nama-nama yang telah masuk dalam penjaringan, dilakukan survey terlebih dahulu. Karena DPP sudah merekomendasikan sedikitnya 13 lembaga survey yang bisa digunakan. Karena dengan hasil survey ini akan menentukan pula langkah selanjutnya. Bukan hanya itu, Cok Rat juga meminta agar pengurus partai jangan ada yang mencoret-coret nama yang sudah masuk. Semua harus dibawa ke pusat.
“Terhadap mekanisme yang tidak dijalankan, ini merupakan catatan saya kepada pengurus partai,” pungkasnya. [bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026