Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anaknya Membunuh, Anggota Dewan Ini Mengaku Malu

Rabu, 12 Juli 2017, 21:15 WITA Follow
Beritabali.com

Dewa Nyoman Rai anggota Komisi A DPRD Provinsi Bali. [bbcom]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Dewa Nyoman Rai anggota Komisi A DPRD Provinsi Bali, akhirnya angkat bicara mengenai sosok anaknya Dewa Komang DA (16) yang menusuk prajurit TNI AD, Praka Yanuar Setiawan hingga tewas. Anggota dari Fraksi PDIP ini mengklaim anaknya sosok yang baik dan pendiam selama berada di rumah. Namun, keluarganya tidak menyangka anak dari 6 bersaudara itu terlibat penganiayaan hingga menewaskan orang lain. 
 
Dewa Nyoman Rai yang ditemui di Polresta Denpasar, pada Rabu (12/7) sekitar pukul 16.30 WITA, mengaku, pasca kejadian, Ia sangat terkejut setelah dihubungi oleh Polsek Kuta Selatan. 
 
[pilihan-redaksi]
“Sangat shok lagi ketika Kapolsek Kutsel mengatakan anak saya terlibat penusukan. Bahkan korban yang ditusuk tentara dan meninggal. Sumpah kami sekeluarga kaget dan tak habis pikir,” ujarnya, Rabu (12/7).
 
Diakuinya, sang anak memang kerap pulang larut malam. Namun pihak keluarga selalu mengingatkannya, sehingga akhir-akhir ini Dewa Komang DA jarang keluar rumah. Tak disangka, Minggu kejadian Ia pulang subuh dengan membawa masalah basar bagi keluarga. 
 
“Kami tidak pernah lihat ia membawa pisau. Kami duga pisau itu bukan pisau anak saya. Bahkan di depan kami dia tidak pernah minum. Orang dia baik-baik saja kok. Pengacara saya bilang pemicu keributan diawali teman anak saya,” ungkapnya. 
 
Meski demikian, Dewa Nyoman Rai tidak menampik kebaikan di dalam rumah tidak mungkin dibawa keluar. Apalagi anaknya bergaul dengan anak-anak seusianya. Bahkan, ia juga tidak mengetahui seperti apa pergaulan anaknya diluar. 
 
Dewa Nyoman Rai mengaku pasrah anaknya dan teman-temannya diproses sesuai hukum yang berlaku, agar kedepannya tidak melakukan kejadian serupa. 
 
“Terkait kejadian ini, saya sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka lewat media. Dalam waktu dekat saya akan datang ke keluarga korban, baik yang sudah meninggal dan yang masih di rawat di RS. Juga ke pihak Kodam, dan satuan-nya untuk meminta maaf secara langsung,” janjinya. 
 
Selain itu, Dewa Nyoman Rai mengaku sangat malu atas perbuatan anaknya karena yang ditusuk adalah warga NTT, notabene banyak yang dikenal dan sudah dianggap sebagai saudara. 
 
“Sumpah saya menangis ketika mendengar yang ditusuk warga NTT. Saya loh punya teman, kerabat dan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Makanya dalam kesempatan ini sekali lagi saya minta maaf,” ucapnya dengan mimik sedih. 
 
Ditanya apakah anaknya dulu pernah terlibat kepemilikan senjata api, Ia menjawab tidak pernah. 
 
“Info tidak benar. Dapat darimana anak saya sekecil itu. Kalau yang terbelit masalah di Jalan tol itu benar. Namun jangan salah, orang tua siapa yang mau melihat anaknya dibiarkan jalan kaki dari jalan tol ke rumah. Ya kalau sudah ditilang iya di antar dong. Kan dia masih anak-anak,” terangnya. [spy/wrt] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami