Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Polemik Loloan Barat, Wabup Kembang Ingatkan Toleransi Beragama
Sabtu, 22 Juli 2017,
22:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Polemik pemberitaan dimedia sosial terkait polemik pembangunan padmasari diareal kantor kelurahan Loloan Barat Kecamatan Negara, mendapat perhatian serius dari Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan.
Wabup Kembang menilai persoalan terebut sebenarnya hal kecil ditingkat bawah yang bisa diselesaikan bersama . Namun karena masifnya pemberitaan dimedsos, persoalan itu mencuat menjadi konsumsi publik sehingga terkesan heboh dan meresahkan. Kendati demikian ,menyikapi hal tersebut,sabtu (22/7), Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mulai dari unsur forum komunikasi pimpinan daerah , Kapolres Jembrana sampai menggelar rapat terbatas dengan pejabat terkait dilingkup Pemkab Jembrana. Bahkan komunikasi juga dilakukan dengan Danrem 163/Wira Satya agar persoalan tidak sampai meluas.
Lebih lanjut orang nomor 2 di Jembrana ini mengatakan, pembangunan kantor desa/kelurahan sejatinya kebijakan yang digagasnya bersama Bupati Jembrana I Putu Artha. Sejak tahun 2012 sampai sekarang sudah berhasil dibangun sebanyak 50 kantor desa / kelurahan. Sehingga jika kantor kelurahan Loloan Barat tahun ini bisa terselesaikan , akan menjadi kantor yang terakhir dibangun dari total 51 desa/kelurahan yang ada di Jembrana. Seluruh kantor itu pun dibangun dengan design dan standar yang sama sehingga tidak ada perbedaan satu sama lain. Termasuk sarana prasarana yang ada didalamnya. Harapannya dengan kantor yang lebih representatif akan diimbangi pula dengan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
[pilihan-redaksi]
Terkait dengan informasi yang menyebutkan adanya penolakan pembangunan padmasari diareal kantor Lurah loloan Barat , Ia menilai hal itu hanya persoalan misskomunikasi saja. Karena yang dibangun pemerintah daerah hanya bangunan padmasana yang berada diareal kantor, dengan bentuk serta ukuran sama seperti kantor-kantor lurah lainnya.” Contohnya dikantor lurah loloan Timur, meskipun berada didaerah yang dominan umat muslim, tapi sampai saat ini tidak ada masalah serta keharmonisan umat beragama tetap terjalin sampai sekarang,”terang Kembang.
Karena itu Wabup Kembang mengajak semua pihak, tokoh masyrakat setempat untuk duduk bersama, memahami letak persoalan yang sebenarnya dan menyampaikan hal-hal yang benar kepada masyarakat sehingga tercipta pengertian bersama. “ Kita tentu tidak ingin hanya karena misskomunikasi semata, persoalan yang sebenarnya bisa selesai ditingkat bawah jadi meluas serta mengganggu keharmonisan umat beragama yang selama ini sudah terjaga dengan baik . Kalau ini sampai dicederai tentu akan menjadi kemunduran bagi bangsa kita ,”kata Kembang.
Lebih jauh dikatakannya, jika menarik benang sejarah jaman kerajaan dulu, umat hindu dan muslim di Jembrana sudah hidup rukun dan harmonis. Bahkan saling bahu membahu apabila ada kegiatan keagamaan. Di Jembrana juga dikenal ungkapan nyama bali dan nyama selam menggambarkan keharmonisan yang sudah terjalin dengan baik meski beda keyakinan. Selain itu tempat ibadah yang lokasinya berdampingan juga sangat lazim dilihat di Jembrana. “‘ Sebagai generasi penerus , warisan leluhur serta tetua kita terdahulu yang telah terbukti berjalan dengan baik, mesti kita jaga dan lestarikan dengan senantiasa memupuk sikap saling tenggang rasa, menghargai, dan toleransi antar umat beragama , “harap Kembang.
Sementara Asisten I Pemkab Jembrana, I Made Wisarjita mengatakan, menyikapi polemik yang tengah berkembang, telah melakukan sosialisasi tentang pembangunan Padmasari di areal Kantor Lurah Loloan Barat yang baru bertempat Ruang Rapat Kantor Camat Negara , jumat ( 21/7). Agenda ini diikuti 50 orang yang diikuti langsung oleh Kapolres Jembrana, danramil, MUI, FKU, NU, camat /lurah serta tokoh-tokoh umat muslim Loloan Barat.
Dikatakannya, pembangunan infrastruktur yang lebih representatif seperti halnya pembangunan Kantor Lurah Barat yang saat ini sedang berlangsung yang pada hakekatnya sama dengan pembangunan di wilayah lainnya. Terkait dengan pembangunan padmasari , disebut merupakan kelengkapan dari sarana prasarana Kantor khususnya di Provinsi Bali yang diperuntukkan bagi pegawai kantor Lurah Loloan Barat yang beragama Hindu.
Pihak Dinas PU Jembrana selaku pelaksana dalam hal pembangunan ini sebelumnya telah melakukan sosialisasi . “ Kita berharap permasalahan seperti ini dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat, terlebih selama ini di wilayah Kab. Jembrana yang notabene heterogen telah terjalin kerukunan antar umat beragama yang cukup baik,”jelas Wisarjita. [jim/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026