Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 16 Juni 2026
Ini Pola Makan yang Benar Usai Beri ASI Esklusif
Minggu, 23 Juli 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Agar terhindar dari masalah kelebihan dan kekurangan nutrisi pada anak, orangtua harus menerapkan pola makan yang benar dan teratur.
Menurut dr. Reni Wigati, Sp.A dari RS Kanker Dharmais, Jakarta, hal tersebut sangat penting untuk anak yang telah menjalani proses mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) esklusif selama 6 bulan. Reni menegaskan bahwa pola makan yang benar harus diperkenalkan sejak fase pencegahan.
[pilihan-redaksi]
"Bukannya pas anak sudah kegemukan baru diperkenalkan. Memberikan ASI eksklusif 6 bulan lalu dilanjutkan sampai usia 2 tahun akan membantu mencegah obesitas," papar Reni, pada acara forum ngobras, Jakarta, baru - baru ini.
Masih menurutnya, lewat masa ASI eksklusif, buatlah pola makan yang terjadwal, yaitu tiga kali makan besar dan dua kali cemilan. Jadwalnya bisa disesuaikan dengan pola makan keluarga.
"Di luar itu, kalau anak lapar, utamakan air putih. Untuk camilan utamakan buah segar yang dikunyah, bukan jus," tambah dr. Reni.
Kemudian Reni menjelaskan, orangtua harus menciptakan lingkungan makan yang netral, jangan memaksakan makanan pada anak. Biarkan anak menentukan jumlah dan jenis makanan.
Bila dia bilang kenyang, maka hentikan kegiatan makan. Hargai pendapat anak.
Yang terpenting, jangan pernah mem-bully anak. Bully, baik yang dilakukan oleh orangtua/keluarga atau teman, akan berefek psikologis.
Anak bisa memendamnya, lalu dilampiaskan ke makan. Begitu pula halnya bila anak dibiasakan makan sambil menonton TV. Anak akan mengasosiasikan makanan dengan kesenangan, dan kebiasaan ini terbawa hingga ia dewasa.
"Jadi kapan pun dia happy atau ingin merasa happy, dia akan mencari makanan," tambahnya.
Hindari pula memberi reward berupa makanan. Ini akan mengakibatkan anak memiliki kebiasaan buruk dan terlalu banyak makan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026