Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Ini Pola Makan yang Benar Usai Beri ASI Esklusif
Minggu, 23 Juli 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Agar terhindar dari masalah kelebihan dan kekurangan nutrisi pada anak, orangtua harus menerapkan pola makan yang benar dan teratur.
Menurut dr. Reni Wigati, Sp.A dari RS Kanker Dharmais, Jakarta, hal tersebut sangat penting untuk anak yang telah menjalani proses mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) esklusif selama 6 bulan. Reni menegaskan bahwa pola makan yang benar harus diperkenalkan sejak fase pencegahan.
[pilihan-redaksi]
"Bukannya pas anak sudah kegemukan baru diperkenalkan. Memberikan ASI eksklusif 6 bulan lalu dilanjutkan sampai usia 2 tahun akan membantu mencegah obesitas," papar Reni, pada acara forum ngobras, Jakarta, baru - baru ini.
Masih menurutnya, lewat masa ASI eksklusif, buatlah pola makan yang terjadwal, yaitu tiga kali makan besar dan dua kali cemilan. Jadwalnya bisa disesuaikan dengan pola makan keluarga.
"Di luar itu, kalau anak lapar, utamakan air putih. Untuk camilan utamakan buah segar yang dikunyah, bukan jus," tambah dr. Reni.
Kemudian Reni menjelaskan, orangtua harus menciptakan lingkungan makan yang netral, jangan memaksakan makanan pada anak. Biarkan anak menentukan jumlah dan jenis makanan.
Bila dia bilang kenyang, maka hentikan kegiatan makan. Hargai pendapat anak.
Yang terpenting, jangan pernah mem-bully anak. Bully, baik yang dilakukan oleh orangtua/keluarga atau teman, akan berefek psikologis.
Anak bisa memendamnya, lalu dilampiaskan ke makan. Begitu pula halnya bila anak dibiasakan makan sambil menonton TV. Anak akan mengasosiasikan makanan dengan kesenangan, dan kebiasaan ini terbawa hingga ia dewasa.
"Jadi kapan pun dia happy atau ingin merasa happy, dia akan mencari makanan," tambahnya.
Hindari pula memberi reward berupa makanan. Ini akan mengakibatkan anak memiliki kebiasaan buruk dan terlalu banyak makan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026