Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penganiayaan TNI di Warung Tuak, Dua Pelaku Serahkan Diri

Minggu, 23 Juli 2017, 12:13 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Buleleng. Dua orang warga Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap anggota TNI AD, Pratu Gede Arya Yasa Mataram (37) warga lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada yang bertugas di Denma Kodam IX Udayana menyerahkan diri ke Kodim 1609 Buleleng, sehingga polisi kini memfokuskan memburu satu pelaku utama.
 
Dua dari tiga pelaku yang teridentifikasi melakukan penganiayaan itu, Imam dan Asron menyerahkan diri lantaran tidak terlibat secara langsung dan hanya mengetahui aksi penganiayaan dilakukan oleh Busairi alias Casper yang masih diburu polisi dan tentara.
 
[pilihan-redaksi]
Kapolsek Sukasada, Kompol I Ketut Darmita, SS., Minggu (23/7/) saat dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan, Imron dan Asron telah didengarkan keterangannya dan tidak terlibat secara langsung dalam penganiayaan itu namun memastikan perbuatan penganiayaan itu dilakukan Busairi alias Casper.
 
“Jadi ada dua orang, saksi yang menyampaikan kepada kami untuk memberikan keterangan mengarah kepada pelaku, karena sampai saat ini pelaku masih dalam penyelidikan sehingga korban juga menyampaikan kearah pelaku, identitas masih kita kantongi mengarah kepada pelaku berinisial B,” ujar Darmita.
 
Kapolsek Sukasada Darmita belum memastikan secara jauh peran serta kedua yang diduga pelaku dalam aksi tersebut, lantaran pelaku utama masih dalam pengejaran yang dilakukan Tim Gabungan Polsek Sukasada dan Sat Reskrim Polres Buleleng.
 
“Nah ini, karena pelaku belum kami tangkap sehingga peran dari masing-masing ini belum kelihatan karena yang melakukan penganiayaan hanya satu orang sesuai dengan keterangan saksi dan hingga kini kami masih berupaya melakukan pencarian terhadap pelaku,” papar Darmita.
 
Berdasarkan keterangan saksi-saksi, termasuk Imron dan Asron menyebutkan, sebelum kejadian tersebut, pelaku Cesper sempat minum minuman keras di sebuah Cafe Sahabat yang jaraknya 700 meter dari lokasi kejadian. 
 
Usai minum ditempat itu, pelaku kemudian membeli sebotol tuak yang kemudian diminumnya di Warung Bunga, bahkan disebutkan terjadi keributan kecil didalam warung tersebut hingga pelaku meninggalkan warung dan kemudian kembali melakukan aksi penganiayaan.
 
Dalam penanganan kasus itu, Polsek Sukasada yang dibackup Sat Reskrim Polres Buleleng masih memburu Busairi alias Cesper, namun demikian polisi masih mengalami berbagai kendala untuk melacak keberadaan residivis tersebut. [mds/wrt] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami