Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 April 2026
Belum Terdaftar, Oknum SMSI Jangan Catut Nama Dewan Pers
Jumat, 11 Agustus 2017,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Anggota Dewan Pers Bidang Hukum Jimmy Silalahi menegaskan, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) belum terdaftar di Dewan Pers. Oleh karena itu, oknum di SMSI tidak boleh membawa bawa nama Dewan Pers untuk kepentingan diri dan kelompoknya, dengan tujuan politis maupun ekonomi.
Demikian dikatakan Jimmy Silalahi saat diminta konfirmasinya soal keberadaan SMSI di tengah tengah acara Focus group Discution tentang kemerdekaan pers di Haris Hotel Denpasar, Jumat (11/8).
"Jika ada oknum SMSI yang membawa-bawa nama Dewan Pers atau mengatasnamakan Dewan Pers untuk tujuan politis dan ekonomi, jelas itu merugikan pihak Dewan Pers. Oknum tersebut bisa dikategorikan menyebar berita bohong dan upaya menipu instansi pemerintah," katanya.
Dalam kasus seperti ini, Jimmy berharap pihak yang merasa dirugikan bisa melaporkan oknum tersebut ke Dewan Pers. Ini penting dilakukan dalam proses edukasi pers ke depan.
Dikatakannya, sampai saat ini laporan yang masuk ke Dewan Pers ada seribuan. Dan hampir setiap hari ada laporan yang diadukan ke Dewan Pers.
"Laporan tersebut lebih didominasi atas kesalahan pembuatan berita dan pelanggaran kode etik jurnalistik,"jelasnya.
Kedepan, lanjut Jimmy Silalahi, setiap organisasi perusahaan pers dan pengusaha pers harus mengikuti ketentuan Dewan Pers.
Ibarat membangun rumah, pondasinya harus kuat, ada temboknya dan dibuatkan atapnya. Begitu juga dalam membuat perusahaan pers, maka perusahaan tersebut harus memiliki badan hukum. Sehingga jika ada permasalah, Dewan Pers bisa membantunya dari sisi hukum.
"Bagaimana Dewan Pers bisa membantunya secara hukum, sementara perusahaan pers tersebut tidak berbadan hukum," kata Jimmy Silalahi.
Ke depan, tantangan Dewan Pers akan semakin berat. Terlebih sekarang telah terjadi perubahan pandangan masyarakat dari media cetak ke media digital. Untuk hal ini, Dewan Pers sudah mengantisipasi perkembangan media digital online sebagai media yang banyak diakses oleh masyarakat. Dewan Pers, katanya telah mengapresiasi perkembangan media online atau cyber di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, I Nyoman Sutiawan mengatakan, para pengusaha media online di Bali perlu berhati hati dan cermat menyikapi setiap pernyataan yang tidak ada dasar hukumnya. [bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026