Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 14 Juni 2026
Dokter Temukan Tokek Hidup di Telinga Pasien
Rabu, 30 Agustus 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Beijing. Tim dokter sebuah rumah sakit di China menemukan seekor tokek hidup di dalam saluran telinga seorang pria yang menderita sakit.
Pria tersebut terbangun pada suatu pagi dan mengeluh sakit luar biasa pada telinganya, sekaligus merasa ada sesuatu yang menggeliat di dalamnya, demikian laporan Deccan Chronicle seperti dikutip National Geographic.
[pilihan-redaksi]
Awalnya, tim dokter mencoba mengeluarkan tokek tersebut dengan pinset, namun hewan tersebut terus menggeliat setiap kali tersentuh. Untuk mencegah tokek tersebut masuk lebih dalam ke saluran telinga, tim dokter kemudian memutuskan untuk membius reptil itu.
Akhirnya, tim dokter berhasil mengeluarkannya dengan aman menggunakan penjepit panjang. Seluruh prosedur tersebut memakan waktu lima menit.
Namun, setelah diamati lebih seksama, ternyata tokek tersebut telah kehilangan ekornya, dan dokter tak bisa menemukan ekor tersebut di dalam telinga pasien. Ada kemungkinan, tokek tersebut telah kehilangan ekornya sebelum terjebak di dalam saluran telinga sang pasien.
Tokek bukan satu-satunya 'pengunjung' tak diinginkan yang --entah bagaimana caranya-- singgah ke dalam telinga manusia. Laba-laba, larva lalat buah, dan cacing pemakan daging, juga pernah ditemukan 'nyasar' ke dalam saluran telinga manusia. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1011 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026