Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dalai Lama: Buddha Lindungi Pengungsi Rohingya

Selasa, 12 September 2017, 06:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com, Jakarta. Terkait krisis pengungsi Rohingya akhirnya Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, ikut angkat bicara. Menurutnya, Sang Buddha pasti menolong umat Muslim yang saat ini mengungsi menghindari konflik di Myanmar yang mayoritas penduduknya pemeluk Buddha.
 
Ratusan ribu warga Rohingya tiba di Bangladesh beberapa pekan terakhir setelah kekerasan merebak di Myanmar di mana minoritas Muslim yang tak diakui sebagai warga negara itu berpuluh-puluh tahun lamanya dianiaya.
 
[pilihan-redaksi]
Pemimpin tertinggi umat Buddha itu adalah peraih Nobel Perdamaian terakhir yang mengecam kekerasan yang disebut organisasi HAM PBB telah merenggut 1.000 orang yang kebanyakan Rohingya.
 
'Mereka yang menganiaya Muslim semestinya mengingat Buddha," kata Dalai Lama kepada wartawan seperti dikutip AFP. "Buddha pasti menolong warga Muslim miskin itu (Rohingya)."
 
Penduduk Myanmar didominasi warga Buddha dan ada kebencian yang meluas terhadap Rohingya yang tidak diakui kewarganegaraannya dan dilabeli imigran gelap dari Bengali.
 
Menurut Reuters, kaum nasionalis Buddha pimpinan para penghasut telah melancarkan kampanye Islamofobia yang menyerukan pengusiran Rohingya dari Myanmar.
 
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik dari tokoh-tokoh terkemuka dunia karena menolak melakukan intervensi guna membantu Rohingya, termasuk oleh dua peraih Nobel Perdamaian lainnya, Malala Yousafzai dan Desmond Tutu.
 
Uskup Agung Desmond Tutu yang menjadi suara moral Afrika Selatan setelah menumbangkan rezim apartheid, pekan lalu mendesak Suu Kyi untuk berbicara.
 
"Seandainya harga politik Anda untuk naik ke kekuasaan di Myanmar adalah sikap bungkam Anda, maka harga itu sudah pasti terlalu tinggi," kata Tutu seperti dikutip Reuters. [bbn/idc]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami