Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sambut Letusan Gunung Agung dengan Gambelan, 545 Warga Sebudi Tewas
Minggu, 1 Oktober 2017,
18:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com. Karangasem. Dasyatnya letusan Gunung Agung tahun 1963 mengakibatkan 1.148 jiwa tewas. Sejarah atau jejak letusan Gunung Agung tahun 1963 antara lain bisa dilihat di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Sewaktu Gunung Agung meletus tahun 1963, warga setempat menyambut letusan gunung dengan gambelan baleganjur dan upacara persembahyangan, sehingga mengakibatkan sebanyak 545 orang tewas.
[pilihan-redaksi]
Suasana Desa Sebudi saat ini sepi. Desa yang biasanya ramai dengan aktivitas warga ini menjadi lengang karena semua warga sudah diungsikan ke lokasi yang aman. Warga yang tidak berkepentingan dilarang memasuki kawasan desa ini.
Desa Sebudi masuk kategori kawasan rawan bencana tiga atau KRB III, wilayah yang paling rawan terkena dampak langsung letusan Gunung Agung. Wilayah pemukiman warga di desa ini berlokasi antara 3 kilometer hingga 10 kilometer dari Gunung Agung.
Seluruh warga Desa Sebudi diharuskan untuk mengungsi, karena desa ini punya riwayat buruk saat letusan Gunung Agung tahun 1963.
Menurut penuturan warga setempat, sebelum Gunung Agung meletus tahun 1963, gunung mengeluarkan kepulan asap hitam yang tak henti henti, diikuti dengan hujan abu yang membuat tanaman menjadi mati.
[pilihan-redaksi2]
Meski sudah mengeluarkan tanda tanda akan meletus warga desa waktu itu belum mengungsi karena kurangnya pemahaman tentang bahaya letusan Gunung Agung. Bahkan saat gunung meletus, warga beramai ramai menontonnya dari jarak yang sangat dekat dan berbahaya. Warga setempat menyambut letusan gunung dengan gambelan baleganjur atau tradisional dan persembahyangan bersama.
"Waktu itu warga percaya letusan gunung merupakan tanda datangnya bhatara atau dewa yang bersemayam di Gunung Agung. Akibatnya sebanyak 545 warga tewas terkena dampak letusan gunung agung, terutama akibat terkena awan panas," jelas Wayan Subadra, salah seorang warga Desa Sebudi, yang juga mantan kepala dusun setempat.

Untuk mengenang bencana letusan Gunung Agung pada 17 Maret tahun 1963, di dekat kantor kepala desa ini berdiri sebuah monumen. Monumen ini diharapkan menjadi pengingat warga tentang betapa berbahayanya letusan Gunung Agung. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026