Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 9 Mei 2026
Ngambek Tak Ditemui Pacar, Pelajar SMK Tewas Gantung Diri
Kamis, 5 Oktober 2017,
21:01 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Hanya karena ngambek tidak sempat dikunjungi oleh pacarnya, seorang pelajar SMK Teknas kelas XI, berinisial I Gede AP (16), nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di atap kamarnya di Jalan Kertadalem Sari Gang IV Blok A nomor 1B, Denpasar, pada Kamis (5/10) siang.
Kematian siswa ini awalnya diketahui oleh temannya, Putu Wahyu Ariana (14) yang berkunjung ke rumah korban, sepulang dari sekolah sekitar pukul 12.30 Wita. Saksi melihat pintu rumah depan sudah terbuka, namun rumah sepi. Korban diketahui tinggal bersama bapak angkatnya, Wayan Muten (59).
[pilihan-redaksi]
“Setelah masuk ke kamar, saksi melihat korban tewas tergantung di atap kamarnya,” sebut sumber dilapangan Kamis (5/10).
Kejadian heboh itu kemudian dilaporkan ke bapak angkat korban yang bekerja di Undiknas, Panjer, Denpasar. Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang menyelidiki TKP tidak menemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri,” ujar Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya.
Sementara itu, menurut sepupu korban, Kadek Enya Sari (15), korban belakangan ini agak posesif dengan pacarnya. “Tadi pacarnya cerita, kalau dia (korban) ingin ketemu pacarnya di rumah. Tapi pacarnya enggak bisa karena sedang ada kegiatan di sekolah,” ungkapnya.
Dijelaskannya, korban yang kini duduk dibangku SMK kelas XI Teknas Denpasar ini tidak bersekolah. Pasalnya, di sekolah sedang berlangsung upacara piodalan. Sementara kekasihnya GM masih ada kegiatan menari di sekolah, sehingga belum bisa bertemu dengan I Gede AP di rumahnya.
Fatalnya lagi, handphone GM dalam keadaan rusak dan tidak bisa dihubungi. “Jadi selama ini pacarnya pinjam HP ajiknya untuk kasih kabar ke GAP,” ungkapnya.
Nah, karena kekasihnya tidak datang, korban ngambek. Entah kenapa, remaja asal Singaraja, Buleleng itu mengambil tindakan nekat bunuh diri. Korban mengakhiri hidupnya dengan tali tambang warna biru yang diikat di atas atap kamarnya.
“Diperkirakan dia bunuh diri pada pukul 9.00 Wita saat bapak angkatnya tak berada di rumah,” bebernya.
Menurut Sari, semasa hidup, korban dikenal sebagai remaja yang pendiam. Namun apabila ada masalah biasanya korban menyempatkan curhat kepada adik sepupunya. “Biasanya sering curhat, terakhir enggak ada bilang apa-apa,” tuturnya.
Terpisah, bapak angkat korban, Wayan Muten (59) menerangkan terakhir kali anak angkatnya bertemu dengan kekasihnya pada Rabu (4/10) kemarin. “Kemarin pacarnya sempat datang kesini. Pas pulang dia sempat pamitan kok,” tuturnya dengaan raut wajah sedih.
Sebelum ditemukan tewas, Muten juga sempat pamitan kepada anak angkatnya untuk pergi bekerja. Bahkan, korban pun sempat mencium tangannya, sebelum pergi. Kini, jenazah korban masih berada di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar dan rencananya jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Singaraja, Buleleng. [spy/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 834 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 714 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 536 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 515 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026