Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Ngambek Tak Ditemui Pacar, Pelajar SMK Tewas Gantung Diri
Kamis, 5 Oktober 2017,
21:01 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Hanya karena ngambek tidak sempat dikunjungi oleh pacarnya, seorang pelajar SMK Teknas kelas XI, berinisial I Gede AP (16), nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di atap kamarnya di Jalan Kertadalem Sari Gang IV Blok A nomor 1B, Denpasar, pada Kamis (5/10) siang.
Kematian siswa ini awalnya diketahui oleh temannya, Putu Wahyu Ariana (14) yang berkunjung ke rumah korban, sepulang dari sekolah sekitar pukul 12.30 Wita. Saksi melihat pintu rumah depan sudah terbuka, namun rumah sepi. Korban diketahui tinggal bersama bapak angkatnya, Wayan Muten (59).
[pilihan-redaksi]
“Setelah masuk ke kamar, saksi melihat korban tewas tergantung di atap kamarnya,” sebut sumber dilapangan Kamis (5/10).
Kejadian heboh itu kemudian dilaporkan ke bapak angkat korban yang bekerja di Undiknas, Panjer, Denpasar. Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang menyelidiki TKP tidak menemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri,” ujar Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya.
Sementara itu, menurut sepupu korban, Kadek Enya Sari (15), korban belakangan ini agak posesif dengan pacarnya. “Tadi pacarnya cerita, kalau dia (korban) ingin ketemu pacarnya di rumah. Tapi pacarnya enggak bisa karena sedang ada kegiatan di sekolah,” ungkapnya.
Dijelaskannya, korban yang kini duduk dibangku SMK kelas XI Teknas Denpasar ini tidak bersekolah. Pasalnya, di sekolah sedang berlangsung upacara piodalan. Sementara kekasihnya GM masih ada kegiatan menari di sekolah, sehingga belum bisa bertemu dengan I Gede AP di rumahnya.
Fatalnya lagi, handphone GM dalam keadaan rusak dan tidak bisa dihubungi. “Jadi selama ini pacarnya pinjam HP ajiknya untuk kasih kabar ke GAP,” ungkapnya.
Nah, karena kekasihnya tidak datang, korban ngambek. Entah kenapa, remaja asal Singaraja, Buleleng itu mengambil tindakan nekat bunuh diri. Korban mengakhiri hidupnya dengan tali tambang warna biru yang diikat di atas atap kamarnya.
“Diperkirakan dia bunuh diri pada pukul 9.00 Wita saat bapak angkatnya tak berada di rumah,” bebernya.
Menurut Sari, semasa hidup, korban dikenal sebagai remaja yang pendiam. Namun apabila ada masalah biasanya korban menyempatkan curhat kepada adik sepupunya. “Biasanya sering curhat, terakhir enggak ada bilang apa-apa,” tuturnya.
Terpisah, bapak angkat korban, Wayan Muten (59) menerangkan terakhir kali anak angkatnya bertemu dengan kekasihnya pada Rabu (4/10) kemarin. “Kemarin pacarnya sempat datang kesini. Pas pulang dia sempat pamitan kok,” tuturnya dengaan raut wajah sedih.
Sebelum ditemukan tewas, Muten juga sempat pamitan kepada anak angkatnya untuk pergi bekerja. Bahkan, korban pun sempat mencium tangannya, sebelum pergi. Kini, jenazah korban masih berada di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar dan rencananya jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Singaraja, Buleleng. [spy/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4529 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026