Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
Bobol 4 Rumah, Kawanan Maling Didor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sukses membobol 4 rumah warga, kawanan maling asal Palembang, Sumatera Utara ditangkap aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan, Minggu (8/10) lalu. Polisi terpaksa menembak kaki kedua tersangka karena mencoba kabur saat ditangkap.
[pilihan-redaksi]
Dua tersangka yang ditembak kakinya merupakan eksekutor dilapangan, yakni, Afrizal alias Rizal (25) dan Fedriansyah Rihan (34). Sementara dua tersangka lainnya, yakni Untung (25) dan KIY Agus Aidil Fitri (43) masih menjalani pemeriksaan di Polsek Densel. Keempat komplotan ini tinggal dipenginapan di Jalan Raya Kediri, Tuban, Kuta dengan harga sewa Rp 250 ribu semalam.
Menurut Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya, keempat maling asal Palembang ini sudah merencanakan akan beraksi di Denpasar dan sekitarnya. Setelah tiba di Bali dengan menumpang pesawat, komplotan diotaki Afrizal alias Rizal langsung berangkat ke wilayah Klungkung. Disana mereka mensurvei lokasi dan kemudian menyasar tiga rumah warga di siang bolong.
“Mereka beraksi bermodalkan satu linggis pendek dan tiga obeng besar untuk mencongkel pintu maupun gembok,” ujar Kapolsek didampingi Kanitreskrim Iptu Bangkit Dananjaya, kemarin. Aksi kawanan maling ini sangat professional. Sebelum beraksi, mereka mensurvei lokasi dulu dan memastikan penghuni rumah tidak ada di rumah.
“Bila pintu tergembok, mereka memastikan penghuni rumah sedang keluar,” ujar Kapolsek. Proses pencurian ini tidak berlangsung lama, cukup membutuhkan waktu 15 menit saja. Selesai membobol 3 rumah warga, kawanan ini bergerak cepat ke wilayah Sanur dan membobol rumah pengacara, Lely Armayani di Perum Southerland Regency blok I nomor 1.
Saat itu, korban bersama suaminya Anthony John Reidpath sedang ke Kuta. Sepulang dari Kuta sekitar pukul 18.00 wita, korban mendapati rumah dalam kondisi acak-acakan disertai hilangnya barang seperti laptop, kamera serta uang rupiah dan asing dengan kerugian Rp 400 juta. “Kami olah TKP dan memeriksa saksi saksi dan berhasil melacak keberadaan pelaku,” bebernya.
Malam kejadian sekitar pukul 22.00 wita, petugas kepolisian bergerak mengejar pelaku yang tinggal di penginapan di Jalan Raya Kediri Tuban. Di kamar tersebut, petugas menemukan barang bukti hasil kejahatan berupa 3 laptop, dua notebook, iPad, empat handphone, sebuah kamera, jam tangan serta berbagai macam perhiasan emas kalung dan gelang. “Beruntung kami bergerak cepat karena barang-barang ini sudah dipacking untuk rencananya dikirim dan dijual di Palembang,” tegasnya.
Pascapenangkapan kata Kapolsek, dua tersangka yakni Afrizal dan Fedriansyah Rihan mencoba melawan sehingga kaki kanan kedua tersangka ditembak. Sementara, Afrizal sebelum dibekuk sudah tiga kali ke Bali melakukan pencurian. “Dia merupakan residivis kasus jambret dan ditangkap Polresta Palembang tahun 2007. Kami masih koordinasi untuk memastikan apakah komplotan ini sempat beraksi juga di luar Bali,” pungkas Kapolsek. [spy/wrt]
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3657 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1331 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1222 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun