Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
15 Juta Orang Derita Gangguan Mental di Pakistan
Kamis, 12 Oktober 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Islamabad. Sebanyak 15 juta orang menderita bermacam gangguan mental di Pakistan, kata beberapa ahli dalam satu seminar yang diselenggarakan pada Selasa (10/10/2017), saat negeri itu memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia.
Badaruddin Junejo, Kepala Ilmu Penyakit Jiwa di Mohtarma Benazir Bhutto Medical University, mengatakan jumlah pasien semacam itu terus bertambah di negeri tersebut.
[pilihan-redaksi]
Faktor seperti kerugian ekonomi, ketidak-amanan, ketidak-pastian politik, pengangguran, kondisi kerja yang penuh tekanan, diskriminasi gender dan gangguan susunan sosial adalah penyebab utama penyakit mental di negeri itu, kata para ahli.
Berkaitan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia, satu seminar terpisah diselenggarakan di Benazir Bhutto Hospital di Rawalpindi, demikian laporan Xinhua. Dalam kegiatan tersebut, depresi dikatakan mengisi 6 persen dari semua penyakit mental di negeri itu.
Terpisah dari itu, Punjab Institute of Mental Health menyelenggarakan kegiatan jogging untuk meningkatkan kesadaran di Ibu Kota Provinsi Punjab, Lahore, untuk memperingati hari tersebut.
Sementara negeri itu memperingati Hari Kesehatan Mental, kepanikan yang disebabkan oleh seorang penyerang tak dikenal dengan menggunakan pisau, yang telah dinyatakan menderita gangguan jiwa oleh polisi, di Kota Karachi di Pakistan Selatan masih tersebar luas di kota tersebut.
Hanya perempuan menjadi sasaran dan 11 perempuan telah cedera selama dua pekan belakangan oleh penyerang yang menderita sakit mental itu, yang masih berkeliaran setelah menyebar gelombang panik.
Dalam percakapan dengan Xinhua, Inspektur Senior Polisi di Karachi Shehla Qureshi mengatakan penyerang tersebut mengincar perempuan secara khusus.
Perempuan di Daerah Gulistan-e-Johar, tempat penyerang misterius bisanya menemukan sasarannya, tak mau keluar rumah mereka sendirian saja karena mereka takut terhadap penyerang yang sakit jiwa itu.
Sameeha Aleem, seorang konsultan ilmu jiwa, mengatakan kepada media lokal bahwa penyerang berpisau tersebut mungkin mendapat perintah halusinasi untuk menyerang perempuan, dan ia mungkin telah menyaksikan kekerasan serta pelecehan di tangan perempuan. Akibatnya, ia sekarang melakukan pembalasan dengan menyerang perempuan secara membabi-buta. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026