Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Pemerintah Klungkung Siapkan Sekolah Khusus Anak Pengungsi
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Hampir satu bulan lamanya pengungsi Gunung Agung berada di lokasi pengungsian, salah satunya di Kabupaten Klungkung. Berbagai persoalan yang menyertai pengungsi dari urusan logistik, pelayanan kesehatan hingga pelayanan pendidikan terus diupayakan pihak Pemkab Klungkung. Untuk pelayanan pendidikan, saat ini Pemkab akan menyiapkan sekolah khusus yang dinamai sekolah bersaudara khusus dihuni oleh anak-anak pengungsi.
[pilihan-redaksi]
Meski selama ini anak-anak pengungsi yang jumlahnya mencapai ribuan sudah dititipkan di sejumlah sekolah dari jenjang TK hingga SMA-SMK. Namun menurut Kadis Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan didampingi sekretaris Ketut Sujana, Jumat (20/10) pembentukan sekolah khusus ini semata-mata dimaksudkan untuk manajemen yang lebih bagus. Yang tidak kalah pentingnya, pembentukan sekolah khusus ini dalam rangka mempermudah pencairan dana BOS, yang nantinya akan dipergunakan untuk operasional siswa-siswa asal pengungsian, diantaranya untuk pengadaan buku, pencetakan soal ujian akhir semester dan operasional lainnya.
“Saya contohkan di SMPN 3 Semarapura misalnya, didalamnya nanti ada SMP bersaudara yang dikhususkan untuk siswa siswa asal pengungsi,” kata Darmawan.
Ia menegaskan pembentukan sekolah khusus ini bukan berarti ada perlakuan diskriminatif, tapi semata mata dengan tujuan agar mempermudah dalam penyaluran dana BOS.
“Syukur-syukur nanti tenaga pengajarnya satu paket dikirim dari sekolah induk yakni dari Kabupaten Karangasem,” demikian Darmawan.
Saat ini Klungkung menampung siswa pengungsi sebanyak 3.017 orang. Dengan rincian TK sebanyak 319, SD sebanyak 1.661, SMP 599 siswa, SMA sebanyak 379 siswa dan SMK sebanyak 113 orang. Dengan jumlah sebanyak itu, Pemkab Klungkung menyiapkan tempat untuk siswa pengungsi, 3 SMP, 11 SD.
“Hari Selasa ini kami baru akan rapat membahasnya. Kami juga perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa pengungsi agar tidak ada perasaan tidak enak, nanti dibilang kami diskriminatif. Ini semata untuk manajemen yang bagus,” tandas Darmawan. Sekolah bersaudara ini ditargetkan sudah bisa dilaksanakan sebelum diadakannya ujian akhir semester pada awal Desember. [wan/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 750 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 474 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik