Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




TNI: Minta Maaf ke Pemerintah Bukan ke Panglima

Senin, 23 Oktober 2017, 06:20 WITA Follow
Beritabali.com

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Wuryanto. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Wuryanto menegaskan Amerika Serikat harus menjelaskan dulu insiden penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat.
 
Meski Kementerian Luar Negeri sudah menyatakan masalah clear, namun TNI tetap meminta penjelasan dari otoriter Amerika Serikat.
 
[pilihan-redaksi]
"Walaupun sekarang sudah boleh, tentu harus ada kejelasan mengapa bisa terjadi pelarangan. Ini harus jelas," katanya, Minggu (22/10/2017).
 
Wuryanto mengatakan jika otoriter ingin meminta maaf, maka harus meminta maaf kepada Pemerintah RI. Karena, Panglima TNI berangkat ke AS atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika meminta maaf ke Panglima TNI maka itu salah alamat.
 
"Minta maaf ke Pemerintah RI kalau ada kesalahan, bukan ke Panglima TNI. Karena Jenderal Gatot itu mendapat perintah dari Presiden," ujarnya.
 
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan istri beserta rombongan ditolak masuk ke Amerika Serikat pada Sabtu (21/10/2017). Penolakan itu terjadi ketika rombongan hendak chek in di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
 
Gatot direncanakan akan menghadiri undangan resmi Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Dunford, Jr untuk menghadiri acara Chiefs of Defense dan On Countering violent Extremist Organization (VEOs) yang sedianya akan digelar pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.[bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami