Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Kutu Busuk Menyerang, British Airways Minta Maaf
Senin, 23 Oktober 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, London. Maskapai penerbangan Inggris British Airways menyampaikan permintaan maaf kepada sebuah keluarga Kanada yang digigiti kutu busuk dalam sebuah penerbangan malam.
Mengutip BBC, Heather Szilagyi terbang dari Vancouver ke London bersama anak perempuannya yang berumur delapan tahun dan tunangannya, awal bulan ini. Ia menemukan kutu busuk dan melaporkannya kepada awak kabin.
[pilihan-redaksi]
Namun, awak kabin mengatakan bahwa dia tidak dapat mengganti tempat duduk mereka.
Pada pagi harinya, dalam pengakuan Szilagyi, dia dan putrinya terbangun dengan badan penuh bekas gigitan serangga.
British Airways kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga tersebut.
"Kami telah menghubungi pelanggan kami untuk meminta maaf dan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata pernyataan perwakilan maskapai penerbangan itu.
"British Airways mengoperasikan lebih dari 280.000 penerbangan setiap tahun, dan laporan tentang adanya kutu busuk di pesawat, luar biasa langka."
"Meski begitu, kami menerapkan kewaspadaan dan terus memantau pesawat-pesawat kami," lanjut British Airways.
Szilagvi mengatakan bahwa sebagai orang yang pernah bekerja di industri perhotelan, dia dengan mudah melihat sejumlah kutu busuk di kursi di depannya saat penerbangan.
Dia mengatakan bahwa dia telah memberi tahu awak kabin, namun mendapat jawaban bahwa tidak ada yang bisa dilakukan.
"Dia berkata kira-kira, 'Oh, maaf, penrbangannya penuh. Kami tidak punya tempat lain untuk memindahkan Anda'," kata Szilagyi kepada stasiun televisi CTV Vancouver.
Begitu mereka mendarat, kata Szilagvi, dia dan putrinya penuh gigitan serangga. Dia menelepon layanan pelanggan untuk mengabarkan akan masalah tersebut dan meminta agar mereka dtempatkan dalam pesawat lain saat penerbangan pulang nanti.
Namun, upayanya untuk menelpon layanan pelanggan gagal, sehingga dia memasang foto bekas-bekas gigitan itu di Twitter.
Perusahaan penrbangan kemudian menghubunginya untuk meminta maaf, dan menjanjikan untuk meningkatkan tempat mereka ke kelas bisnis dlam penerbangan pulang.
"Kami tidak meminta pengembalian uang. Yang kami minta hanyalah penerbangan ulang dengan pesawat yang berbeda. Kami ingin memastikan bahwa pesawatnya tidak sama dengan yang kami tumpangi dulu, dan agar pesawat yang dipenuhi kutu busuk itu dibersihkan," kata Szilagvi kepada CTV. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026