Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 21 September 2026
Presiden Juga Pernah Dilarang Masuk AS
Rabu, 25 Oktober 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat (AS) kembali menyorot sistem imigrasi di negara tersebut. Selain Panglima TNI sejumlah petinggi bahkan Presiden negara lain juga pernah ditolak AS.
[pilihan-redaksi]
"Memang AS ini imigrasinya agak keras ya, bukan cuma sekelas Panglima, ada juga dulu beberapa Presiden yang dianggap negaranya bermasalah kan ditolak juga sama mereka. Maksud saya ini memang menjadi preseden (buruk) menurut saya," kata pengamat militer Muradi kepada INILAHCOM, Selasa (24/10/2017).
Namun Muradi tidak menyebut lebih lanjut Presiden negara mana yang pernah ditolak AS. Namun dalam catatan INILAHCOM, ada sejumlah negara yang warga negaranya memang dilarang masuk ke negeri Paman Sam tersebut.
Tak lama Donald Trump menjadi Presiden AS ke-45, raja properti dari Amerika tersebut langsung mengeluarkan kebijakan melarang warga negara dari tujuh negara Timur Tengah masuk AS. Ketujuh negara tersebut mayoritas merupakan berpenduduk muslim seperti, Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.
Di Indonesia, Jenderal Gatot juga bukan Jenderal TNI pertama yang pernah dilarang masuk wilayah AS. "Ada pak Wiranto, pak Makarim (Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim), pak Prabowo (Subianto) dan sebagainya. Saya kira perlu dipahami begitu, bahwa kemudian menjadi masalah iya, karena ini mencederai pola hubungan diplomasi," tandasnya.
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS sesaat akan berangkat menuju negeri Paman Sam tersebut Sabtu (21/10) pekan lalu. Meski sudah mengurus visa, penolakan tersebut disampaikan oleh maskapai Emirates kepada Jenderal Gatot.
Sedianya Panglima akan menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Dunford, dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, pada 23-24 Oktober di Washington DC. Meski penolakan tersebut sudah dicabut, Panglima pun akhirnya urung untuk menghadiri kegiatan tersebut. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8150 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5678 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3550 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2401 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026