Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 5 Agustus 2026
Presiden Juga Pernah Dilarang Masuk AS
Rabu, 25 Oktober 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat (AS) kembali menyorot sistem imigrasi di negara tersebut. Selain Panglima TNI sejumlah petinggi bahkan Presiden negara lain juga pernah ditolak AS.
[pilihan-redaksi]
"Memang AS ini imigrasinya agak keras ya, bukan cuma sekelas Panglima, ada juga dulu beberapa Presiden yang dianggap negaranya bermasalah kan ditolak juga sama mereka. Maksud saya ini memang menjadi preseden (buruk) menurut saya," kata pengamat militer Muradi kepada INILAHCOM, Selasa (24/10/2017).
Namun Muradi tidak menyebut lebih lanjut Presiden negara mana yang pernah ditolak AS. Namun dalam catatan INILAHCOM, ada sejumlah negara yang warga negaranya memang dilarang masuk ke negeri Paman Sam tersebut.
Tak lama Donald Trump menjadi Presiden AS ke-45, raja properti dari Amerika tersebut langsung mengeluarkan kebijakan melarang warga negara dari tujuh negara Timur Tengah masuk AS. Ketujuh negara tersebut mayoritas merupakan berpenduduk muslim seperti, Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.
Di Indonesia, Jenderal Gatot juga bukan Jenderal TNI pertama yang pernah dilarang masuk wilayah AS. "Ada pak Wiranto, pak Makarim (Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim), pak Prabowo (Subianto) dan sebagainya. Saya kira perlu dipahami begitu, bahwa kemudian menjadi masalah iya, karena ini mencederai pola hubungan diplomasi," tandasnya.
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS sesaat akan berangkat menuju negeri Paman Sam tersebut Sabtu (21/10) pekan lalu. Meski sudah mengurus visa, penolakan tersebut disampaikan oleh maskapai Emirates kepada Jenderal Gatot.
Sedianya Panglima akan menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Dunford, dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, pada 23-24 Oktober di Washington DC. Meski penolakan tersebut sudah dicabut, Panglima pun akhirnya urung untuk menghadiri kegiatan tersebut. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 854 Kali
02
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 782 Kali
03
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 768 Kali
04
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026