Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bekas Jenderal Kroasia Minum Racun di Pengadilan

Jumat, 1 Desember 2017, 07:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Slobodan Praljak, seorang penjahat kriminal tewas menenggak racun di pengadilan Tribunal Internasional di The Hague, setelah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun.
 
The New York Times mengabarkan Rabu (29/11/2017), Slobodan Praljak yang diadili bersama enam tertuduh lain itu, adalah bekas komandan Kroasia Bosnia yang dicap sebagai kriminal perang, dalam perang Bosnia 1992-1995. Setelah dijatuhi hukuman 20 tahun, Slobodan Praljak menolak keputusan hakim.
 
[pilihan-redaksi]
Sambil berdiri bekas jenderal berusia 72 tahun itu berseru, "Slobodan Praljak bukan kriminal perang," katanya dalam bahasa Kroasia. "Saya menolak keputusan anda," katanya. Bekas perwira tinggi bertubuh jangkung itu kemudian mengambil botol kecil dan menenggak isinya. "Saya minum racun!" katanya tanpa ekspresi.
Slobodan Praljak dibawa ke luar dari ruang pengadilan dan persidangan ditunda, sementara petugas mengambil botol dari tangannya. Bekas jenderal itu dibawa ke rumah sakit terdekat, namun jiwanya tak tertolong.
 
"Pak Slobodan Praljak menenggak cairan saat berada di ruang sidang, dan segera merasa sakit," kata Nenad Golcevski, juru bicara tribunal internasional. Ruang sidang pun dinyatakan sebagai tempat kejadian perkara, TKP dan upaya penyelidikan dilakukan sebuah tim independen.
 
Sebelum perang Bosnia meletus, Slobodan Praljak dikenal sebagai direktur sebuah gedung teater, penulis naskah dan sutradara film. Praljak bergabung menjadi perwira senior pada Angkatan Bersenjata Kroasia pada 1991. Slobodan Praljak kelak diangkat sebagai komandan angkatan perang Kroasia di Bosnia.
 
Slobodan Praljak menjadi tokoh kunci selama pengepungan dan pengeboman berbagai etnis yang tinggal di Kota Mostar. Aksi pengepungan itu dikenal sebagai aksi militer tentara Kroasia selama perang Bosnia, termasuk juga penghancuran jembatan Kota Mostar. Selain menjadi komandan, Slobodan Praljak berperan pula sebagai penghubung bagi para pemimpin politik dan militer di Kroasia serta jajaran angkatan bersenjata di Bosnia. [bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami