Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Perang Pecah di Jalur Gaza
Jumat, 8 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kerusuhan dan kekerasan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah, Yerusalem hingga serangan roket oleh Brigade Al-Tawheed ke arah militer Israel.
Israel langsung merespon serangan itu dengan mengerahkan tentaranya. Sebuah tank dan pesawat militer menyerang dua pos militer di Jalur Gaza.
[pilihan-redaksi]
"Milisi di Jalur Gaza itu menembakkan tiga roket dalam waktu berdekatan. Dua roket pertama jatuh di dekat wilayah Palestina pada sore hari (Kamis waktu setempat)," ujar seorang juru bicara militer Israel.
Sirene tanda waspada dibunyikan di berbagai penjuru Israel seiring ketegangan yang semakin meningkat setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan segera memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Kota Suci itu.
Beberapa jam sebelumnya, kerusuhan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah dan Yerusalem. Warga Palestina yang memprotes keputusan Trump tersebut lansung disambut tentara Israel dengan menembakan peluru karet dan gas air mata. Tiga warga Palestina dilaporkan terluka dalam bentrokan itu.
Tanda-tanda kekerasan bakal pecah sudah terlihat beberapa jam setelah Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hari Kamis (07/12/2017), Faksi Hamas Palestina menyerukan rakyat Palestina, umat muslim, dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump tersebut dengan cara intifada dan perlawanan lain.
Pemimpin Hamas yang baru terpilih Mei lalu, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa keputusan Trump itu telah membunuh proses perdamaian Palestina-Israel.
Haniyeh mengatakan, pada hari Jumat (08/12/2017) Hamas akan berunjuk rasa besar-besaran dengan menyebut sebagai "Hari Kemarahan" atas keputusan Trump.
Isu pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.
Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967. Namun masyarakat internasional tak mengakuinya.
Sejak Trump menjadi Presiden AS rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seringkali disampaikan. Juni lalu dia sempat menangguhkan dan Desember ini adalah batas waktu baginya untuk memutuskan.
UU Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diteken tahun 1995. Namun semua Presiden AS diberikan hak untuk menangguhkan setiap enam bulan sekali. Semua Presiden AS sebelumnya tidak berani menandatangani pemindahan tersebut. Pasalnya, isu ini sangat rawan yang bisa menyulut ketegangan baru di Timur Tengah. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026