Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Perang Pecah di Jalur Gaza
Jumat, 8 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kerusuhan dan kekerasan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah, Yerusalem hingga serangan roket oleh Brigade Al-Tawheed ke arah militer Israel.
Israel langsung merespon serangan itu dengan mengerahkan tentaranya. Sebuah tank dan pesawat militer menyerang dua pos militer di Jalur Gaza.
[pilihan-redaksi]
"Milisi di Jalur Gaza itu menembakkan tiga roket dalam waktu berdekatan. Dua roket pertama jatuh di dekat wilayah Palestina pada sore hari (Kamis waktu setempat)," ujar seorang juru bicara militer Israel.
Sirene tanda waspada dibunyikan di berbagai penjuru Israel seiring ketegangan yang semakin meningkat setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan segera memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Kota Suci itu.
Beberapa jam sebelumnya, kerusuhan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah dan Yerusalem. Warga Palestina yang memprotes keputusan Trump tersebut lansung disambut tentara Israel dengan menembakan peluru karet dan gas air mata. Tiga warga Palestina dilaporkan terluka dalam bentrokan itu.
Tanda-tanda kekerasan bakal pecah sudah terlihat beberapa jam setelah Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hari Kamis (07/12/2017), Faksi Hamas Palestina menyerukan rakyat Palestina, umat muslim, dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump tersebut dengan cara intifada dan perlawanan lain.
Pemimpin Hamas yang baru terpilih Mei lalu, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa keputusan Trump itu telah membunuh proses perdamaian Palestina-Israel.
Haniyeh mengatakan, pada hari Jumat (08/12/2017) Hamas akan berunjuk rasa besar-besaran dengan menyebut sebagai "Hari Kemarahan" atas keputusan Trump.
Isu pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.
Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967. Namun masyarakat internasional tak mengakuinya.
Sejak Trump menjadi Presiden AS rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seringkali disampaikan. Juni lalu dia sempat menangguhkan dan Desember ini adalah batas waktu baginya untuk memutuskan.
UU Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diteken tahun 1995. Namun semua Presiden AS diberikan hak untuk menangguhkan setiap enam bulan sekali. Semua Presiden AS sebelumnya tidak berani menandatangani pemindahan tersebut. Pasalnya, isu ini sangat rawan yang bisa menyulut ketegangan baru di Timur Tengah. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2376 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026