Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pemerintah dan Pelaku Pariwisata Tegaskan Bali Aman
Rabu, 13 Desember 2017,
08:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali menegaskan bahwa Level Awas Gunung Agung hanya berdampak terhadap 8 Km di sekitar Gunung Agung. Sedangkan daerah lain di Bali di luar zona rawan bencana tersebut dinyatakan aman dan tak akan terkena dampak jika Gunung Agung erupsi. Hal ini disampaikannya saat bertemu dengan komponen pelaku pariwisata Bali di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (12/11).
“Yang awas itu hanya 22 Desa radius 8 km dari puncak gunung, ini dalam Kabupaten Karangasem saja yang statusnya awas, ini supaya jelas ya, jadi jangan sampai salah Bali itu tidak dalam status Awas,” ujarnya.
Ia menambahkan di luar zona tersebut situasinya normal dan aman.
Sebelumnya dalam rapat terungkap bahwa masih banyak yang memiliki pemahaman bahwa Level Awas berlaku untuk seluruh pulau Bali. Itu sebabnya pelaku pariwisata kesulitan mendatangkan wisatawan ke Bali akhir-akhir ini. Bahkan pemerintah Cina secara tegas sudah membuat travel warning yang berdampak terhadap pembatalan kedatangan wisatawan ke Bali.
Pada kesempatan ini juga pemerintah dan pelaku pariwisata sepakat memperkuat Bali Tourism Hospitality yang diketuai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebagai pusat penanganan terhadap keadaan darurat di Bali. Gubernur Pastika mengatakan sudah ada SOP yang bisa dipedomani oleh pelaku pariwisata. Ia tak menampik letusan pertama beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan selanjutnya.
Oleh karena itu ia mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk bersama-sama melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk mengembalikan pariwisata Bali. Diantaranya dengan membantu memberikan informasi yang benar ke dunia luar dan menyiapkan. Gubernur mengaku siap memfasilitasi keinginan pelaku pariwisata yang sesuai dengan kewenangannya. Diantaranya bagaimana menyampaikan beberapa harapan pelaku pariwisata yang terkait dengan pemerintah pusat.
Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. Gusti Kade Sutawa sebelumnya menyampaikan beberapa poin untuk mendapat solusi dari pertemuan ini. Diantaranya soal transportasi saat terjadi bencana, adanya crisis center dengan SOP yang jelas, bagaimana memberikan informasi yang benar ke masyarakat termasuk harapan agar event MICE yang diselenggarakan pemerintah pusat dapat diselenggarakan di Bali.
Dalam rapat ini juga terungkap bagaimana beberapa pelaku pariwisata sudah membuat aksi-aksi untuk menjamin kenyamanan wisatawan seperti pemberian kamar gratis jika terjadi erupsi hingga mempersiapkan transportasi untuk ke Bandara terdekat.
Pertemuan ini dihadiri oleh OPD terkait seperti Kadis Pariwisata Prov Bali, Kepala BPBD Bali, Kadis Perhubungan Prov Bali, dan Kadis Kebudayaan Prov Bali, Kadis Sosial Prov.Bali. Selain itu dari komponen pelaku pariwisata hadir AMPB, GIPI, PHRI, BTB, ASITA, BVA, IHGMA, FSP Bali dan pelaku pariwisata lainnya. Hadir pula perwakilan dari ITDC Nusa Dua, maskapai penerbangan dan aplikasi pemesanan online. [bbn/prov/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026