Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Buka Lomba Baligrafi, Wabup Kembang Harapkan Tradisi Keaksaraan Lestari
Rabu, 13 Desember 2017,
09:24 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Mulai memudarnya kemampuan generasi muda jaman sekarang dalam menulis aksara Bali, mengundang keprihatinan dari Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana. Bekerja sama dengan Pemprov Bali dan Pemkab Jembrana, Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana menyelenggarakan Lomba Baligrafi yang merupakan lomba kreasi menulis aksara Bali.
Lomba yang diselenggarakan di Gedung Kesenian DR Ir Soekarno, dibuka oleh Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan tadi pagi (12/12) dengan pemukulan kentongan, disaksikan Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Sejumlah Kepala OPD Pemkab Jembrana.
Wabup Kembang pada kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya terhadap Lomba Baligrafi kali ini. Wabup Kembang menyatakan lomba yang baru digelar pertama kali di Jembrana ini sangat baik untuk melestarikan tradisi keaksarakan.
“Generasi milenial kini sudah banyak yang mulai melupakan tradisi – tradisi keaksaraan yang ada di Bali. Dengan kegiatan ini harapan saya bisa membangkitkan tradisi-tradisi keaksaraan yang nyaris dilupakan generasi muda,” kata Kembang.
Kembang menyambut baik dan berharap kegiatan yang di gelar kali ini bisa berlanjut tiap tahunnya dan pesertanya bertambah banyak. Kembang juga mengatakan peserta Baligrafi juga menciptakan nilai ekonomis dari seni yang dihasilkan.
“Kita tahu di Bali sangat erat kaitannya dengan seni, tidak ada ada salahnya jika peserta Baligrafi juga membuat seni dengan nilai ekonomis, yang layak jual. Bisa dalam bentu kreatif seperti meme, kartun, atau karikatur,” ujarnya.
Ketua panitia Lomba Baligrafi I Made Surianta mengatakan, lomba ini diadakan untuk menumbuh kembangkan kecintaan siswa-siswi di Jembrana agar lebih mencintai aksara Bali dan berharap dari seni yang dihasilkan bisa dijadikan mata pencaharian ke depannya. Lomba kali ini diikuti oleh 28 peserta dari SMA dan SMK se-Jembrana.
“Untuk hadiah, kami memberikan piala, piagam dan uang pembinaan untuk juara 1, 2, dan 3. Rencannya akan rutin kami selenggarakan dan kami mengupayakan agar peserta tiap tahunnya bertambah,” ujar pria asal Desa Penyaringan yang berprofesi sebagai penyuluh Bahasa Bali di Desa Delod Berawah.
Pada lomba kali ini keluar sebagai juara 1 adalah Kadek Dwipa Restu asal SMKN 3 Negara, Juara 2 Putu Pranayoga Aditya dari SMAN 1 Pekutatan, dan Juara 3 Putu Widiantara asal SMKN 2 Negara. [jim/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 547 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 456 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 418 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 414 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026