Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Agen Makelar Korut untuk Indonesia Ditangkap
Senin, 18 Desember 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepolisian Federal Australia (AFP) menangkap Chan Han Choi atas dugaan sebagai agen makelar Korea Utara (Korut) untuk beberapa negara, termasuk pihak di Indonesia.
Chan ditangkap di Sydney, Australia dengan tuduhan menjadi perantara ekspor ilegal Korut untuk memasok senjata pemusnah massal, termasuk teknologi rudal balistik guna memperoleh keuntungan dari rezim Korut.
Selain senjata pemusnah massal, Chan juga ditengarai menjadi makelar batubara dari Korut ke beberapa pihak di Indonesia dan Vietnam.
Tindakan tersebut, menurut AFP, merupakan pelanggaran atas sanksi PBB dan Australia terhadap Korut.
Atas dasar itu, kepolisian menggunakan Undang-Undang Senjata Pemusnah Massal 1995 untuk menjerat pria berusia 59 tahun itu. Ini adalah untuk pertama kalinya seseorang dijerat menggunakan UU tesebut.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Chan telah menjalin kontak dengan sejumlah "pejabat tinggi di Korut", demikian ditulis BBC, Minggu (17/12/2017)
Chan merupakan warga Australia keturunan Korea dan telah menetap di negara tersebut selama lebih dari 30 tahun. Kepolisian menyebutnya sebagai "agen setia" Korut yang "meyakini bahwa dirinya bertindak demi alasan patriotik".
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026