Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Polisi Selidiki Kasus Camat Pukul Pemangku Saat Kerauhan di Badung
Selasa, 19 Desember 2017,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Aparat kepolisian Polres Badung tidak menutup diri dan terus memproses kasus penganiayaan yang dilakukan Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba (57), terhadap Pemangku Pura Pucak Gunung Lebah, I Gusti Ngurah Anom (50) di Pura Puncak Tedung, Desa Sulangai, Petang, pada Sabtu (16/12) dinihari lalu. Penyidik Polres Badung tengah menyelidiki kasus tersebut dan akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangannya.
Penyelidikan terhadap kasus penganiayaan itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (18/12). Ia mengatakan kasus penganiayaan yang dilaporkan Jro Mangku I Gusti Ngurah Anom, masih dalam proses hukum. Pihaknya sudah mencari bukti bukti otentik di lapangan, termasuk visum et revertum dan keterangan saksi saksi. “Proses pemeriksaan masih berlangsung,” tegas AKBP Yudith.
Sejalan dengan penyelidikan, pihaknya akan memanggil terlapor, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba dan selanjutnya akan melaksanakan gelar perkara. “Terlapor (Camat) belum dipanggil dan diperiksa, baru saksi saksi dan korban,” terang perwira melati dua dipundak itu.
Diberitakan, pasca penganiayaan, Sabtu (16/12) sekitar pukul 17.30 wita, masyarakat Desa Adat Kerta, Petang, langsung menggelar paruman di Wantilan Pura Penataran Sari, Desa Adat Kerta. Paruman dihadiri Kapolsek, Danramil, Bendesa Adat, Kadus Kerta, pemangku Tri Kayangan Desa Adat Kerta, seluruh krama Banjar Adat Kerta termasuk pelapor yakni I Gusti Ngurah Anom.
Nantinya kasus ini akan dilakukan mediasi yang melibatkan PHDI tingkat kabupaten, Majelis Madya, Muspika Petang, Majelis Alit (telapor) dan pengempon Pura Puncak Tedung. “Selain mediasi, terlapor harus meminta maaf kepada korban. Termasuk akan diadakan pecaruan di TKP,” ujar sumber.
Informasi di lapangan, penganiayaan ini terjadi di Utama Mandala Pura Pucak Tedung. Saat Ida Betara dilinggihkan usai dilakukan upacara melasti ke beji, dilanjutkan ngaturan piodalan, tiba-tiba seorang wanita pemedek dari Banjar Uma Poh kerauhan (kesurupan). Kemudian pecalang Pura Pucak Tedung bersama terlapor mengamankan pemedek tersebut agar tidak mengganggu jalannya upacara.
Dalam waktu yang bersamaan, pemangku Pura Pucak Gunung Lebah, yang tiada lain adalah korban juga kerauhan. Saat kerahuan korban hendak mengambil keris. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terlapor kemudian mencegah dengan cara mendorong serta memukul muka korban hingga mengenai pipi di bawah mata kiri. Akibatnya hidung korban mengeluarkan darah segar. Korban tidak terima dan melapor ke Polsek Petang.
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 930 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 772 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 586 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 549 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026