Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Bali Hadiri Upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan Besakih
Selasa, 19 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri persembahyangan serangkaian Upacara Bhumi Sudha yang dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kanem di Pura Pengubengan, Besakih, Senin (18/12).
Di sela-sela kegiatan upacara, Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali menyampaikan bahwasannya upacara yang digelar setiap setahun sekali ini bertujuan untuk nunas kerahayuan jagat Bali, terlebih kondisi Gunung Agung saat ini sedang menggeliat dan aktivitasnya mengalami peningkatan.
Di samping itu pula upacara ini digelar dalam rangka menyikapi kondisi alam dan perubahan sasih yang berpotensi adanya berbagai penyakit, bencana dan virus.
“Hari ini kita melaksanakan Upacara Bhuni Sudha, upacara ini adalah untuk mengantisipasi bencana dengan menjaga alam beserta isinya agar semua manusia ingat dengan keberadaan Ibu Pertiwi. Bersama sama kita nunas kerahayuan jagat Bali,” imbuhnya.
Upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan Besakih di puput oleh Ida Peranda Wayahan Tianyar Griya Mandara Sidemen Karangasem dan Ida Peranda Buda Gede Jelantik Duaja dari Griya Budakeling, Karangasem. Upacara Bhumi Sudha dilaksanakan sesuai dengan petunjuk sastra babad dewa dan hasil paruman Sulinggih Provinsi Bali dan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda yaitu di Pura Pengubengan Besakih, Pura Batur dan Pura Watu Klotok, Klungkung.
Dalam pelaksanaanya, Tirta pemarisudha dari Pura Pengubengan Besakih dan juga dari Pura Batur akan dituntun dan dipusatkan di Pura Segara Watu Klotok, Klungkung.
Setelah tiba di Utama Mandala Pura Watu Klotok, tirta dari dua Pura tersebut dicampur lagi dengan tirta di Pura Watu Klotok yang juga diawali dengan persembahyangan bersama. Selanjutnya, ketiga tirta yang telah dicampur tersebut dibagikan kepada seluruh bendesa baik dari Kabupaten Klungkung maupun dari Kabupaten/Kota lainnya di Bali.
Tirta yang dibagikan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni tirta penawar yang dipercikkan untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan. Sementara tirta bumisudha dipercikkan untuk banten pengenteg hyang dan untuk diri sendiri. Selain tirta, dalam upacara ini juga dibagikan nasi tawur. Nasi tawur panukun jiwa tersebut nantinya ditebar di areal pakarangan rumah hingga ke pintu gerbang atau jaba pekarangan.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2951 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026