Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Wujudkan Pilgub Bali Damai, Tolak Intimidasi dan Adu Domba
Senin, 15 Januari 2018,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ajang 5 tahunan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilgub Bali, hendaknya dilaksanakan dengan semangat berpolitik yang cerdas dan santun. Para pendukung atau simpatisan peserta pilkada, agar tidak menggunakan cara-cara berpolitik kotor, yang berpotensi membenturkan antar kelompok masyarakat di Bali.
Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Bali, Made Muliawan Arya, di Denpasar, Senin (15/1/2018)"Sebagai wakil rakyat dan juga masyarakat Bali, saya berharap agar Pilgub Bali dan juga pilkada di Gianyar dan Klungkung bisa berjalan damai. Mari kita berpolitik cerdas dan santun," ujar Muliawan Arya, kepada wartawan di Denpasar.
Pria yang akrab dipanggil De Gajah ini memantau, kini sudah mulai muncul beberapa kejadian disertai intimidasi yang menolak salah satu bakal calon Gubernur Bali di suatu kawasan tertentu di Bali.
"Sudah mulai muncul aksi penolakan bakal cagub tertentu disertai intimidasi baik fisik maupun non fisik untuk mencapai kemenangan. Ini tentu tidak sehat dalam sebuah ajang politik seperti Pilgub Bali,"tegas Gajah.
Hal penting lainnya yang dipantau De Gajah adalah mulai adanya upaya adu domba masyarakat dengan cara cara tertentu.
"Janganlah ada politik adu domba, jangan membenturkan masyarakat kepada salah satu calon, atau membenturkan antar komponen masyarakat yang berpotensi bikin gaduh. Apalagi kita di Bali saat ini sedang proses recovery (pemulihan) pariwisata yang lesu akibat dampak erupsi Gunung Agung," ujarnya.
"Jangan hanya untuk kepentigan pilkada, hanya demi sebuah kemenangan salah satu calon, masyarakat diadu domba. Tolong agar jangan ada adu domba, jangan ada intimidasi, agar pilkada di Bali berjalan dengan damai,"imbuhnya.
Meski kini masyarakat Bali memiliki pilihan politik berbeda, namun ia berharap usai pilkada semuanya kembali normal."Pilkada ini kegiatan rutin 5 tahun sekali. Setelah pilkada kita bersama-sama membangun Bali, persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga. Siapapun gubernurnya, kita sama-sama membangun Bali,"ujarnya.
Terkait pelaksanaan Pilkada di Bali, De Gajah berharap agar pihak keamanan di Bali berlaku netral sesuai tugasnya untuk mengamankan jalannya pilkada agar Bali dalam kondisi aman selama pilkada.
"Untuk desa pakraman kami juga berharap jangan terlibat politik praktis. Silakan memilih, namun jangan terlibat politik praktis,"pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026