Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Drone AI 450 ER Hilang di Puncak Gunung Agung
Jalankan Misi Ke-5
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Drone AI 450 ER milik Aeroterrascan yang digunakan untuk melakukan pemantauan puncak kawah Gunung Agung menghilang di ketinggian 2854 Meter pada Selasa (23/01/2018). Drone yang sedang menjalankan misi ke-5 yaitu menerbangkan sensor multigas ke puncak kawah Gunung Agung menghilang setelah mengalami lost connection (kehilangan koneksi). Diperkirakan pesawat berada 300 meter dari bibir kawah.
Menurut Seno Sahesnu dari tim Aeroterrascan, pesawat sudah sempat melintas di atas kawah Gunung Agung. Namun tiba - tiba mengalami penurunan ketinggian hanya dalam beberapa detik saja. Ketika belok ke arah tenggara ketinggiannya tiba - tiba turun hingga diketinggian 600 meter hanya dalam beberapa detik," ujar Seno.
Seno mengaku pihaknya sudah berusaha mengirimkan sinyal perintah balik, namun hilang kontak sudah lebih dari 30 menitan. Pesawat dipastikan tidak mungkin kembali karena diperkirakan energi baterainya telah habis.
Saat dikonfirmasi kerugian terkait insiden tersebut, Seno mengatakan pihak perusahaan tidak mempermasalahkan. Mengingat semua sudah menjadi resiko ditengah situasi krisis seperti saat ini. Apalagi penggunaanya untuk kepentingan orang banyak. "Ya mau gimana lagi, kita kesini namanya dalam kondisi krisis, kembali kepada apa yang bisa kita lakukan untuk orang banyak," ungkap Seno.
Penerbangan awalnya dilakukan pagi hari sekitar pukul 10.24 Wita. Setelah mengudara kurang lebih 30 menitan pesawat tiba - tiba kehilangan kontak. Sebelum dilakukan penerbangan segala persiapan dan SOP sudah dilakukan, kemungkinan karena cuaca yang tidak bersahabat sehingga menyebabkan insiden tersebut terjadi.
Staf Geo Kimia Vulkanologi, Ugan Sain mengatakan sensor multigas yang diterbangkan merupakan satu - satunya sensor dari hasil kerjasama dengan USGS Amerika. "Mereka kasi satu untuk kita pakai disini, karena hanya satu dan sekarang hilang sementara kita tidak bisa lakukan pengukuran," ujar Ugan Sain.
Ugan Sain mengaku akan melakukan komunikasi lagi dengan USGS guna mendapatkan alat pengganti yang baru. Pengukuran sample gas untuk sementara dilakukan lewat darat dengan alat seadanya.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan