Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Benih Lobster Diburu Karena Untungnya Menggiurkan
Sabtu, 3 Februari 2018,
06:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandara Ngurah Rai, Rina, laut Indonesia memiliki potensi hasil lobster sangat luar biasa. Benih Lobster itu bisa diperoleh dari berbagai daerah, seperti Bali, Lombok, NTT Sumatera dan daerah lainnya. Namun yang membuat lobster menjadi komoditi peningkatan ekonomi adalah harganya yang bisa naik 10 kali lipat ketika diterbangkan ke Singapura.
"Bila dijual di Indonesia, mungkin harganya cuma 10 ribu. Tapi kalau di Singapura harganya 10 dolar Amerika (atau 13 ribu dikurskan ke rupiah)," ucap Rina, Jumat (2/2).
Rina mengaku, benih lobster itu dilindungi sesuai dengan Permen 56 tahun 2016. Dan benih lobster Indonesia memang sangat baik atau hargamya paling tinggi dibanding lobster dari daerah lain.
"Lobster kita memang paling tinggi harganya. Maka dari itu, Balai karantina ini menjaga dengan segala penyelundupan yang selalu menggunakan modus baru," imbuhnya.
Rina mengakui, bahwa benih lobster memang tidak dapat bertahan cukup lama. Pendek kata, lobster harus mendapat suntikan oksigen tidak lebih dari 24 jam. Kalau tidak benih akan mati.
"Maka dari itu benih lobster selundupan dari Lombok ini selalu transit ke Bali. Dari Bali akhirnya ke Singapura dan negara lainnya. Bali dipilih juga karena memadai dalam penerbangan Internasional ke berbagai Negara tujuan perdagangan," ungkapnya.
Rina menyebut, nelayan bahkan petani sayur Indonesia kini sudah mulai beralih bukan lagi menangkap lobster dalam ukuran yang ditentukan. Sejatinya, lobster itu legal dan bisa dipasarkan ketika bobotnya mencapai 200 gram.
Dan dari pada menjadi pemungut benih, sebaiknya, ia mengimbau, para nelayan menjadi nelayan dengam tangakap lobster sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau sudah sesuai aturan (200) gram harganya Rp. 750 ribu, loh. Nah ini yang harusnya dilakukan dan edukasi yang akan kami lakukan pada Nelayan," tegasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2217 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026