Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Benih Lobster Diburu Karena Untungnya Menggiurkan

Sabtu, 3 Februari 2018, 06:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandara Ngurah Rai, Rina, laut Indonesia memiliki potensi hasil lobster sangat luar biasa. Benih Lobster itu bisa diperoleh dari berbagai daerah, seperti Bali, Lombok, NTT Sumatera dan daerah lainnya. Namun yang membuat lobster menjadi komoditi peningkatan ekonomi adalah harganya yang bisa naik 10 kali lipat ketika diterbangkan ke Singapura.
 
"Bila dijual di Indonesia, mungkin harganya cuma 10 ribu. Tapi kalau di Singapura harganya 10 dolar Amerika (atau 13 ribu dikurskan ke rupiah)," ucap Rina, Jumat (2/2).
 
Rina mengaku, benih lobster itu dilindungi sesuai dengan Permen 56 tahun 2016. Dan benih lobster Indonesia memang sangat baik atau hargamya paling tinggi dibanding lobster dari daerah lain.
 
"Lobster kita memang paling tinggi harganya. Maka dari itu, Balai karantina ini menjaga dengan segala penyelundupan yang selalu menggunakan modus baru," imbuhnya.
 
Rina mengakui, bahwa benih lobster memang tidak dapat bertahan cukup lama. Pendek kata, lobster harus mendapat suntikan oksigen tidak lebih dari 24 jam. Kalau tidak benih akan mati.
 
"Maka dari itu benih lobster selundupan dari Lombok ini selalu transit ke Bali. Dari Bali akhirnya ke Singapura dan negara lainnya. Bali dipilih juga karena memadai dalam penerbangan Internasional ke berbagai Negara tujuan perdagangan," ungkapnya.
 
Rina menyebut, nelayan bahkan petani sayur Indonesia kini sudah mulai beralih bukan lagi menangkap lobster dalam ukuran yang ditentukan. Sejatinya, lobster itu legal dan bisa dipasarkan ketika bobotnya mencapai 200 gram.
 
Dan dari pada menjadi pemungut benih, sebaiknya, ia mengimbau, para nelayan menjadi nelayan dengam tangakap lobster sesuai aturan yang berlaku.
 
"Kalau sudah sesuai aturan (200) gram harganya Rp. 750 ribu, loh. Nah ini yang harusnya dilakukan dan edukasi yang akan kami lakukan pada Nelayan," tegasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami