Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Koster: Pariwisata Tak Boleh Gerus Budaya Bali
Jumat, 9 Februari 2018,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon Gubernur Bali yang diusung PDIP, I Wayan Koster menegaskan pariwisata tak boleh menggerus budaya Bali. Jika budaya Bali tergerus, Koster yang berpasangan dengan Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati (Cok Ace) itu percaya Bali akan porak poranda. Sebab, kata Koster, budaya merupakan akar dari pariwisata itu sendiri. Untuk itu, budaya dan pariwisata tak bolrh saling menegasikan.
Jika terpilih menjadi Gubernur Bali Koster akan mengatur secara khusus mengenai proteksi budaya Bali. Pada saat sama, harus pula diatur dan dirumuskan program nyata bagaimana pariwisata berkontribusi terhadap keseltarian budaya Bali yang adi luhung.
"Nantinya harus dituangkan dalam legislasi dan program yang diarahkan ke sana (proteksi dan kontribusi pariwisata terhadap budaya Bali)," kata Koster di hadapan Sulinggih, akademisi dan sejumlah tokoh masyarakat di Wantilan Pura Samuan Tiga Gianyar, Kamis 8 Februari 2018.
Jika budaya rusak akibat pariwisata, Koster menilai tak ada bedanya Bali dengan daerah lain seperti Sumatera, Jakarta dan daerah lainnya. Bahkan yang lebih mengerikan, Koster menyebut jika budaya Bali rusak akibat pariwisata maka Bali akan kehilangan pendapatan yang cukup besar yang selama ini dihasilkan oleh Kabupaten Badung senilai Rp6 triliun setahun.
"Kalau tidak mau itu terjadi, ini harus dipotret betul agar Bali bisa hidup ke depan. Pariwisata tidak boleh mengobrak-abrik hal itu (budaya). Pariwisata itu basisnya budaya Bali. Kita harus atur dengan baik agar pariwisata menghidupi kebudayaan Bali sebagai basisnya," tegas Koster.
Ia mengakui selama ini pertumbuhan ekonomi di Bali cukup tinggi. Hal itu tak lain ditopang oleh industri pariwisata yang cukup tinggi. "Pertumbuhan ekonomi Bali 77,52 persen disumbang pariwisata dalam arti luas. Itu bagus, tapi juga menimbulkan ancaman kalau pariwisata rontok, maka rontok semua. Kita tidak mau hal itu terjadi. Maka semua harus diatur dengan baik ke depan," papar dia.
Ia memaparkan kondisi perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali cukup tinggi di atas 6 persen melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. "PDRB mencapai Rp177,2 triliun pada tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi cukup merata degan Indeks Gini Rasio cukup rendah yakni 0,340 pada tahun 2015," ulas Koster.
Di sisi lain, anka inflasi Bali selalu rendah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh sektor tersier, terutama industri pariwisata yang mencapai 77,52 persen pada tahun 2015 dan terus meningkat. Untuk sektor sekunder 6,83 persen, sektor primer sebesar 15,65 persen dan terus mengalami penurunan.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026