Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Pengungsi Gunung Agung Berkemas Tinggalkan Pengungsian
Pasca Penurunan Status Aktivitas Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Para pengungsi Gunung Agung mulai berkemas untuk meninggalkan lokasi pengungsian. Para pengungsi bersiap pulang ke rumah masing-masing pasca penetakan penurunan status Gunung Agung dari awas menjadi siaga. Apalagi radius zona bahaya juga telah diturunkan dari 6 kilometer menjadi 4 kilometer dari areal kawah.
Aktivitas para pengungsi yang bersiap pulang, salah satunya terlihat di posko pengungsian UPT Pertanian Rendang, Karangasem. Penurunan status ke level III siaga disambut gembira oleh para pengungsi, bahkan selang beberapa saat setelah status Gunung Agung resmi ditetapkan menjadi siaga sudah ada pengungsi yang mengangkut barang untuk pulang.
Pengungsi asal Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Rendang, Karangasem Ni Wayan Mentir (55 tahun) mengaku sangat senang bisa kembali pulang ke rumah dan beraktivitas seperti biasa. Walaupun jauh didalam hati kecilnya masih tersimpan rasa cemas akan kondisi Gunung Agung. Namun ia percaya bahwa apa yang menjadi keputusan pemerintah pasti sudah dipertimbangkan dengan baik.
"Senang sekali bisa pulang setelah 5 bulan lamanya mengungsi," ujar Mentir saat ditemui di posko pengungsian UPT Pertanian Rendang pada Sabtu (10/02/2018).
Mentir mengungkapkan meskipun senang bisa kembali kerumahnya, namun akses menuju ke desanya rusak berat. Dimana kondisi jalan berlubang dan penuh batu besar serta hanya bisa dilewati sepeda motor saja. Dikhawatirkan jika terjadi kondisi darurat maka akan sulit untuk bisa cepat keluar dari wilayah tersebut.
Mentir berharap agar pemerintah juga memperhatikan jalur - jalur yang nantinya menjadi akses evakuasi. Jalur-jalur tersebut harus bisa dilalui dengan mudah ketika dalam kondisi darurat.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli