Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Adi Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Gantung Embung Telaga Tunjung

Dilaporkan Hilang Saat Mencari Durian

Sabtu, 10 Februari 2018, 14:45 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/nod

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Warga Banjar Dinas Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Tabanan I  Gede Adi Merta Yasa (21 tahun) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari durian, ditemukan sudah meninggal dunia. Korban ditemukan di bawah jembatan gantung Embung Telaga Tunjung, Kecamatan Kerambitan pada Sabtu siang ( 10/2/2018).

Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan korban ditemukan oleh tim Basarnas sekitar pukul 13.00 Wita. Kepolisian kini masih mencari penyebab  jatuhnya korban  ke sungai hingga meninggal dunia. “Sekarang jenasah korban sudah berada di rumah korban,” jelas Mastra.

Korban dinyatakan hilang sejak Kamis ( 8/2/2018) sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya korban sempat mencari buah durian pada Kamis pagi, setelah mendapat buah durian korban pulang ke rumah.

Namun  korban memutuskan untuk mencari buah durian lagi ke belakang rumahnya di pinggir Sungai Yeh Mawa. Ditunggu hingga pukul 09.00 Wita,  korban tidak kunjung kembali ke rumah hingga membuat ibunya was-was.

Pencarian terhadap korban yang merupakan anak dari I Nyoman Suarsana (50 tahun) kemudian dilakukan dengan melibatkan Tim Basarnas. Pencarian hari pertama dan kedua dengan menggunakan ruber boat, menyisir aliran sungai Yeh Mawa yang bermuara di Embung Telaga Tunjung tidak membuahkan hasil.

Pencarian yang dilakukan sejak Kamis berakhir pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.00 Wita.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami