Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Adi Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Gantung Embung Telaga Tunjung
Dilaporkan Hilang Saat Mencari Durian
BERITABALI.COM, TABANAN.
Warga Banjar Dinas Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Tabanan I Gede Adi Merta Yasa (21 tahun) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari durian, ditemukan sudah meninggal dunia. Korban ditemukan di bawah jembatan gantung Embung Telaga Tunjung, Kecamatan Kerambitan pada Sabtu siang ( 10/2/2018).
Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan korban ditemukan oleh tim Basarnas sekitar pukul 13.00 Wita. Kepolisian kini masih mencari penyebab jatuhnya korban ke sungai hingga meninggal dunia. “Sekarang jenasah korban sudah berada di rumah korban,” jelas Mastra.
Korban dinyatakan hilang sejak Kamis ( 8/2/2018) sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya korban sempat mencari buah durian pada Kamis pagi, setelah mendapat buah durian korban pulang ke rumah.
Namun korban memutuskan untuk mencari buah durian lagi ke belakang rumahnya di pinggir Sungai Yeh Mawa. Ditunggu hingga pukul 09.00 Wita, korban tidak kunjung kembali ke rumah hingga membuat ibunya was-was.
Pencarian terhadap korban yang merupakan anak dari I Nyoman Suarsana (50 tahun) kemudian dilakukan dengan melibatkan Tim Basarnas. Pencarian hari pertama dan kedua dengan menggunakan ruber boat, menyisir aliran sungai Yeh Mawa yang bermuara di Embung Telaga Tunjung tidak membuahkan hasil.
Pencarian yang dilakukan sejak Kamis berakhir pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.00 Wita.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan