Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jelang Pementasan di Kabupaten, Ratusan Ogoh-Ogoh di Jembrana Mulai Dinilai

Selasa, 6 Maret 2018, 08:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Dalam menyambut Hari Raya Nyepi tahun caka 1940 dan sebagai wadah kreatifitas pemuda, Pemkab Jembrana menggelar lomba Ogoh-Ogoh. Sebanyak ratusan Ogoh-Ogoh dari 74 Sekaa Teruna di Jembrana mulai diseleksi Tim Penilai untuk pementasan di tingkat Kabupaten.
 
 
Dari beberapa kecamatan, yang sudah mendapat penilaian antara lain kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana dan Negara. Pelaksanaan penilaian juga didampingi Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan

Ketua Tim Penilai I Putu Sutardi mengatakan ada yang berbeda dari pelaksanaan lomba ogoh-ogoh tahun ini dibanding sebelumnya. Kalau tahun lalu panitia masih mentolerir penggunaan bahan pada bagian–bagian tertentu, kali ini panitia mensyratkan bahan yang digunakan mesti yang berbahan ramah lingkungan. 
 
Penggunaan stereofoam/ bahan sejenis juga dilarang. Selain itu ogoh-ogoh yang dibuat mesti perlambang bhutakala dengan tema-tema kreatif menyimbolkan unsur negatif. 
 
“Kita ingin ogoh-ogoh yang dibuat mengekspresikan nilai-nilai religius berdasarkan sastra agama. Karena ogoh-ogoh itu akan diparadekan saat upacara tawu kesanga, sebagi ritual peleburan dasamala,” ujar Sutardi yang juga Kabid Kebudayaan Pemkab Jembrana disela-sela penilaian di Kecamatan Negara, senin (5/3). 
 
Ia menambahkan jika bentuk dan temanya tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, secara tegas panitia akan mendiskualifikasi. Nantinya melalui penilaian itu, panitia akan mencari tiga yang terbaik dimasing-masing kecamatan. Mereka yang lolos ditingkat kecamatan akan diadu lagi  ditingkat Kabupaten dalam pawai ogoh-ogoh yang pelaksanaan nya bertepatan dengan upacara Tawur Kesanga.
 
Sementara itu Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan melalui lomba ogoh-ogoh ini tiap sekehe teruna mampu menunjukkan kreatifitasnya membuat ogoh-ogoh sekaligus mempeererat jalinan komunikasi serta persatuan diantara anggota. 
 
“Bahan ramah lingkungan seperti anyaman bambu tentu tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding stereofoam. Selain tidak mencemari lingkungan, tentu kita ingin lihat kreativitas serta gotong royong mereka bersama,”ungkap Kembang.

Selain itu Ia juga berharap melalui pelaksanaan lomba ogoh-ogoh , para sekehe teruna akan diingatkan kembali untuk  menjaga tradisi budaya yang ada di Bali." Tradisi atau budaya tidak boleh  lepas, senantiasa  melekat di krama/ orang bali . Apapun perubahan dari  generasi ke generasi,  tradisi budaya itu selalu dibawa, tidak boleh hilang,"kata Kembang. 
 
Tahun ini lomba ogoh-ogoh diikuti oleh 74 sekehe teruna se-Jembrana. Dalam sosialisasi sebelumnya, Pemerintah Jembrana sudah memberikan uang pembuatan kepada masing-masing sekehe teruna sebesar Rp 850,000 dipotong pajak. Sedangkan bagi yang lolos tampil ditingkat kabupaten kembali akan diberi bantuan berupa jasa pementasan sebesar Rp 4.000.000. Penampil ogoh-ogoh terbaik juga berhak atas uang hadiah sebesar Rp 6 juta.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami