Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 18 Agustus 2026
Uang Elektronik Dipahami Masih Sebatas Pembayaran Tol
Rabu, 4 April 2018,
06:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Teguh Setiadi, Selasa, (3/4) di Renon, Denpasar menyampaikan penggunaan uang elektronik (unik) masih hadapi beberapa kendala. Mulai dari, mindset masyarakat masih tertanam bahwasanya uang elektronik hanya bisa dipakai untuk membayar tol saja hingga sampai kendala, infrastruktur terutama terkait pengisian uang elektronik.
[pilihan-redaksi]
"Masih ada paradigma di tengah-tengah masyarakat, bahwa uang elektronik tersebut hanya bisa dipakai untuk pembayaran di jalan tol saja. Padahal, pembayaran dengan uang elektronik bisa dilakukan di tempat lain, selain di jalan tol. Misal, di minimarket-minimarket guna membeli kebutuhan belanja sehari-hari," jelasnya.
"Masih ada paradigma di tengah-tengah masyarakat, bahwa uang elektronik tersebut hanya bisa dipakai untuk pembayaran di jalan tol saja. Padahal, pembayaran dengan uang elektronik bisa dilakukan di tempat lain, selain di jalan tol. Misal, di minimarket-minimarket guna membeli kebutuhan belanja sehari-hari," jelasnya.
Dilanjutkan, selain itu infrastruktur juga harus ditingkatkan, terutama terkait dalam pengisian uang elektronik.
[pilihan-redaksi2]
"Masyarakat sebagian masih ada belum paham, terkait dengan pengisian uang elektronik. Padahal saat ini, pengisian uang elektronik dapat dilakukan di ATM-ATM terdekat ataupun melalui gadget juga sudah bisa dilakukan," ujarnya.
"Masyarakat sebagian masih ada belum paham, terkait dengan pengisian uang elektronik. Padahal saat ini, pengisian uang elektronik dapat dilakukan di ATM-ATM terdekat ataupun melalui gadget juga sudah bisa dilakukan," ujarnya.
Menurut dirinya, sampai saat ini jumlah pemakaian uang elektronik untuk bertransaksi di Bali khususnya, terbanyak masih terjadi di dua daerah. Yaitu, di daerah Denpasar dan Badung.
"Sampai saat ini di Badung dan Denpasar transaksi menggunakan uang elektronik masih besar. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Bali," cetusnya.
Setiadi menambahkan, ternyata untuk memasyarakatkan uang elektronik tidak cukup dengan sosialisasi saja. Ke depan perlu terobosan-terobosan lain lagi, agar masyarakat dalam melakukan transaksi seluruhnya mau menggunakan uang elektronik. (bbn/aga/rob).
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2367 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2020 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1632 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026