Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 4 Juli 2026
Uang Elektronik Dipahami Masih Sebatas Pembayaran Tol
Rabu, 4 April 2018,
06:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Teguh Setiadi, Selasa, (3/4) di Renon, Denpasar menyampaikan penggunaan uang elektronik (unik) masih hadapi beberapa kendala. Mulai dari, mindset masyarakat masih tertanam bahwasanya uang elektronik hanya bisa dipakai untuk membayar tol saja hingga sampai kendala, infrastruktur terutama terkait pengisian uang elektronik.
[pilihan-redaksi]
"Masih ada paradigma di tengah-tengah masyarakat, bahwa uang elektronik tersebut hanya bisa dipakai untuk pembayaran di jalan tol saja. Padahal, pembayaran dengan uang elektronik bisa dilakukan di tempat lain, selain di jalan tol. Misal, di minimarket-minimarket guna membeli kebutuhan belanja sehari-hari," jelasnya.
"Masih ada paradigma di tengah-tengah masyarakat, bahwa uang elektronik tersebut hanya bisa dipakai untuk pembayaran di jalan tol saja. Padahal, pembayaran dengan uang elektronik bisa dilakukan di tempat lain, selain di jalan tol. Misal, di minimarket-minimarket guna membeli kebutuhan belanja sehari-hari," jelasnya.
Dilanjutkan, selain itu infrastruktur juga harus ditingkatkan, terutama terkait dalam pengisian uang elektronik.
[pilihan-redaksi2]
"Masyarakat sebagian masih ada belum paham, terkait dengan pengisian uang elektronik. Padahal saat ini, pengisian uang elektronik dapat dilakukan di ATM-ATM terdekat ataupun melalui gadget juga sudah bisa dilakukan," ujarnya.
"Masyarakat sebagian masih ada belum paham, terkait dengan pengisian uang elektronik. Padahal saat ini, pengisian uang elektronik dapat dilakukan di ATM-ATM terdekat ataupun melalui gadget juga sudah bisa dilakukan," ujarnya.
Menurut dirinya, sampai saat ini jumlah pemakaian uang elektronik untuk bertransaksi di Bali khususnya, terbanyak masih terjadi di dua daerah. Yaitu, di daerah Denpasar dan Badung.
"Sampai saat ini di Badung dan Denpasar transaksi menggunakan uang elektronik masih besar. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Bali," cetusnya.
Setiadi menambahkan, ternyata untuk memasyarakatkan uang elektronik tidak cukup dengan sosialisasi saja. Ke depan perlu terobosan-terobosan lain lagi, agar masyarakat dalam melakukan transaksi seluruhnya mau menggunakan uang elektronik. (bbn/aga/rob).
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2799 Kali
02
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1084 Kali
03
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 477 Kali
04
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 392 Kali
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026