Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Warga Bersama Relawan De Gadjah Sambut Rai Mantra

Rabu, 4 April 2018, 06:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Lebih dari 1700 massa memenuhi pelataran bale banjar Sapta Bumi, desa Tegal Harum, Jalan Gunung Cemara, Denpasar Barat, Selasa (3/4) malam.
 
Tidak hanya di desa ini saja, ratusan warga dari desa tentangga yaitu desa Tegal Kerta juga ikut berjubel mendatangi acara simakrama Mantra-Kerta.
 
Dihadapan warga yang berjubel, Rai mantra mengatakan bahwa Tegal Kertha dan tegal Harum paling sering didatangi.
 
" Ini merupakan lumbung suara jadi pastikan harus menang. Yang patut dibanggakan malam ini tim KRB juga hadir," ungkapnya.
 
Lalu, Ia membeberkan bahwa ada tiga "panglima perang" yang dengan setia mengawalnya selama ini. Mereka disebutkannya adalah Wandira, Asmara Putra, dan yang paling getol dan selalu bikin meriah adalah De Gadjah bersama para relawannya.
 
Lanjutnya yang terpenting ada 9 pokok dalam visi dan misi. Pertama, Good governance bagaimana tata kelola yang baik dan bersih. 
 
"Jika tidak baik maka akan menghambat pelayanan masyarakat. Baru di kota Denpasar yang bisa menerima pengaduan masyarakat secara langsung dan transparan. Ini yang akan dilakukan ke seluruh kabupaten di Bali," beber Rai Mantra.
 
Sambungnya, salah satu bentuknya adalah PRO Denpasar, atau Pengaduan Rakyat Online. Kata dia, Ini hal yang penting dalam visi misi.
 
"Denpasar titik sentral provinsi Bali. Perkembangam Denpasar dari tahun ke tahun semakin baik karena partisipasi masyarakat. Meskipun PAD (pendapatan asli daerah) kecil tapi tingkat partisipasinya tinggi," jelasnya. 
 
Tujuan demokrasi dipastikannya membuat lebih cerdas. Soal intimidasi, masyarakat lebih cerdas jadi tidak sulit untuk mencari informasi yang dibutuhkan. 
 
"Pilkada not for sale dan not for dream. Suara sebenarnya tidak bisa dibeli. Suara burung lebih mahal dari suara kita, jadi jangan mau beli suara," harapnya.
 
Ditegaskannya, bahwa demokrasi bukan untuk dibeli atau dijual. Transparansi dan akuntabilitas di kota Denpasar bisa dikatakan partisipasinya sangat tinggi.
 
Harapnya Pilgub suatu proses untuk mencerdaskan masyarakat serta melihat realita. Kemampuan akan tersendat bila ada yang menghambat bisa berupa intimidasi ataupun berbayar.
 
Sementara itu, Made Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah menjelaskan soal kenapa lokasi Tegal Harum dipilihnya untuk acara Simakrama Mantra-Kerta. 
 
Menurutnya, sebagai warga yang tinggal di desa Tegal Harum, dirinya merasa terlecut ketika Tegal Harum dan Tegal Kerta diklaim sebagai massa terbanyak dari kubu paslon "sebelah".
 
"Saya sangat bangga ternyata warga dan relawan cerdas dalam berdemokrasi. Ini bukti bahwa di desa ini warga sangat cerdas dalam memilih siapa pemimpin yang layak. Kami tidak perlu mengintimidasi, masyarakat sudah cukup jeli dan cerdas berpolitik," Demikian De Gadjah selaku Ketua Relawan Mantra-Kerta.[bbn/maw/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami