Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wanita 71 Tahun Tewas Gantung Diri di Bale Dangin Rumah

Jumat, 27 April 2018, 16:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com.Karangasem, Warga Banjar Dinas Asak Tengah, Desa Pertima, Karangasem digegerkan peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh salah satu warganya Ni Wayan Karsi (71) Jumat (27/04) pagi.
 
[pilihan-redaksi]
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan tergantung di bangunan Bale Dangin rumahnya oleh I Wayan Tista (58) bersama anak kandung korban yang juga istri dari Wayan Tista, Ni Nengah Sukri (52). 
 
Sebelum akhirnya ditemukan, awalnya sekitar pukul 06.30 wita, Sukri hendak pergi ke rumah korban untuk membawakan sarapan. Namun ketika tiba di rumah korban, ternyata pintu gerbang rumah dalam keadaan terkunci. Karena merasa hawatir, Sukri lantas menghubungi suaminya I Wayan Tista. Beberapa saat kemudian Tista datang dari luar, Sukri dan suaminya sempat memanggil-manggil korban namun tidak ada yang menyahut.
 
Kekhawatiran Sukri semakin menjadi-jadi, akhirnya muncul inisiatif untuk membuka pintu gerbang secara paksa. Singkat cerita, pintu akhirnya terbuka, Sukri dan suaminya langsung masuk dan menuju ke bangunan Bale Gede tempat korban tidur. Disana Sukri tidak menemukan korban. Sempat melakukan pencarian di sekeliling pekarangan rumah secara tidak sengaja Wayan Tista melihat korban dalam keadaan tergantung menggunakan tali stagen berwarna merah pada bagian lambang bangunan Bale Dangin.
 
[pilihan-redaksi2]
Melihat kondisi mertuanya seperti itu, Tista lantas langsung menghubungi perangkat Dusun Asak dan dilaporkan ke Polsek Karangasem. Selang beberapa saat menurut indormasi tim mesis puskesmas Karangasem bersama anggota Polsek tiba di TKP.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 3 sampai 6 jam sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenasah korban.
 
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diduga mengalami stres karena mengalami sakit pada bagian kakinya yang disebabkan akibat penyakit pengapuran tulang belakang yang dideritanya sehingga korban tidak bisa leluasa beraktifitas. (bbn/igs/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami