Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Surata Alami Kelumpuhan Mendadak Hanya Bisa Bergantung pada Istri
Selasa, 8 Mei 2018,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com.Bangli, warga kurang mampu bernama Made Surata asal Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli yang mengalami kelumpuhan menceritakan jika kelumpuhan yang dialaminya terjadi pada 3 tahun silam secara mendadak.
[pilihan-redaksi]
Ketika itu, kepalanya sangat pusing dan kakinya berat untuk melangkah dibarengi dengan tangan kirinya yang juga susah diangkat. Bahkan suaranyapun sempat hilang akibat sakit yang dialaminya itu.
Ketika itu, kepalanya sangat pusing dan kakinya berat untuk melangkah dibarengi dengan tangan kirinya yang juga susah diangkat. Bahkan suaranyapun sempat hilang akibat sakit yang dialaminya itu.
"Ini sudah dari 2015, tiba-tiba kepala saya sangat pusing. Kaki dan tangan kiri waktu itu sangat berat diangkat, bahkan saya sempat kolok (bisu-red) waktu itu. Saya sudah berobat ke dokter, dikatakan saya mengalami struk ringan. Saya juga sudah ke orang pintar (paranormal-red) berobat," ujar Surata.
Surata yang ketika itu menjadi tulang punggung keluarga akhirnya tidak bisa bekerja hingga kini. Alhasil, sang istri Luh Muliani (35) kini menjadi tumpuan keluarga. Diceritakan Surata, bekerja sebagai buruh angkut kayu, pendapatan istrinya pun tidak menentu. Sehingga, kadang mereka tidak makan karena tidak memiliki uang.
"Sekarang saya sudah tidk bisa bekerja lagi, hanya istri saja yang yang bekerja sebagai buruh angkut kayu. Kadang sehari Dua kali dapat, kadang tidak dapat. Upahnya juga hanya Tiga puluh ribu untuk naikkan Satu truk kayu, jadi tidak menentu penghasilannya," ungkapnya sedih.
Kondisi ini membuat Surata bingung, terlebih kedua anaknya saat ini sekolah dan tentunya memerlukan biaya. Beruntung, anak pertamanya Ni Luh Putu Firda Sari (13) yang kini duduk di kelas 6 Sekolah Dasar memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) sehingga ada bantuan untuk biaya pendidikannya meski diakuinya sangat kurang. Sementara anaknya yang kedua Ni Kadek Padmi Asih (8) kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar tidak memperoleh KIP, keduanya sekolah di SD N 3 Peninjoan, Tembuku, Bangli.
Mereka saat ini tinggal berempat di rumah yang merupakan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2015. Surata bersyukur, pemerintah dalam hal ini Gubernur Bali telah memberikan perhatian kepada keluarganya. Ia mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali dan berharap agar dapat dibantu untuk keberlangsungan sekolah kedua anaknya serta biaya berobat dirinya.
"Bersyukur saya dapat bantuan bedah rumah dari Dinas Sosial Provinsi Bali tahun 2015, saya mengucapkan terimakasih kepada pak Gubernur yang sudah peduli kepada masyarakatnya," pungkasnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel yang ikut mendampingi ke lokasi mengatakan memang benar Surata merupakan salah satu warganya yang kurang mampu. Dijelaskan Nyoman Tagel, keluarga Surata rutin memperoleh bantuan beras sejahtera (rastra) dan bahkan juha telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Sementara itu, Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel yang ikut mendampingi ke lokasi mengatakan memang benar Surata merupakan salah satu warganya yang kurang mampu. Dijelaskan Nyoman Tagel, keluarga Surata rutin memperoleh bantuan beras sejahtera (rastra) dan bahkan juha telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Ia berterimakasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan salah satu warganya yang memang kondisi ekonominya kurang. Ia berharap agar program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti ini bisa untuk terus dilanjutkan.
"Uluran tangan pemerintah selama ini sudah sangat baik, memperhatikan masyarakat yang seperti ini. Saya berharap pemerintah dapat membantu untuk pengobatan pak Surata dan juga untuk bantuan pendidikan kepada anak-anaknya. Saya berharap agar anaknya tidak sampai putus sekolah. Program yang bagus ini, saya harapkan bisa terus berlanjut," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, staf Biro Humas dan Protokol menyerahkan sejumlah uang titipan dari Gubernur Bali untuk dapat meringankan beban keluarga Surata. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026