Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siswa-Siswi Bali Raih 4 Emas dan 1 Penghargaan Khusus Dalam WYIE 2018 di Malaysia

Senin, 14 Mei 2018, 15:25 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Siswa-siswi Bali berhasil meraih 4 emas dan satu penghargaan khusus dalam lomba penelitian internasional World Youth Invention Expo (WYIE) 2018  yang berlangsung di Kualalumpur Malaysia. Siswa-siswi dari Bali tersebut juga menyabet 1 perak dan 1 perunggu dalam lomba penelitian yang berlangsung pada 9 - 12 Mei 2018. Lomba melibatkan 600 tim peserta dari  17 negara dari Asia dan Eropa. Dimana lomba melibatkan pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, dosen dan kalangan industri.

Salah satu medali emas dipersembahkan oleh tim SMAN 3 Denpasar yang diwakili olehSintia Arnita Damayani dan Putu Berliana Putri. Sintia dan Berliana membawakan penelitian dengan judul “Bioplastik dari Limbah Kulit Salak dan Bakteri Nata De Coco”.

“Jadi perasaan saya saat mendapat gold award pada perlombaan WYIE tentu sangat bangga, senang sekaligus terharu karena keinginan saya untuk mendapatkan gold medal akhirnya terwujud dan terutama bisa menjadi perwakilan dari bali terutama sekolah (Trisma-red)” ujar Berliana saat di konfirmasi melalui telphon pada Senin (14/5)

Berliana mengakui banyak tantangan saat melakukan penelitian, mulai dari masalah pengaturan waktu penelitian hingga permasalahan peralatan seperti oven. Tantangan lainnya yaitu masalah ketersediaan bahan dan untuk mendapatkan bahan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Pada sisi lain, Berliana mengaku bangga karena mampu mengembangkan bioplastik yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan alami yang tidak merusak alam serta lebih cepat terurai di tanah dibandingkan plastik konvensional.

“Cepat larut didalam air, merupakan alternatif dari plastik konvensional,  tahan terhadap jamur, dapat mengolah salak kususnya pada bagian kulitnya, tidak mudah putus dan flexible, dan keunggulan nya juga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan” papar Berliana.

Penghargaan emas lainnya disumbangkan oleh tim SMPN 3 Denpasar yang terdiri dari Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya, I Gusti Gede Agung Aditya Adnyana Putra dan I Ketut Cahaya Tirta Dharma Putra. Ketiga siswa tersebut membawakan penelitian dengan judul “ Fiber dari Limbah Daun Tanaman Ketapang Sebagai Biometerial Badan Kendaraan”.

“Perasaan saya senang dan bangga dapat mengharumkan.bangsa dan negara indonesia. Apalagi waktu Februari lalu saya lomba di Malaysia hanya dapat perak. Jadi saya bersyukur akhirnya saya berhasil dapat emas di Malaysia pada lomba ini. Keunggulan penelitian saya, produknya kuat, ringan, ramah lingkungan” ungkap Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya.

Sumbangan perolehan emas juga disumbangkan oleh tim SMAN 6 Denpasar dan tim SMP Nusa Dua. Selain mendapatkan emas, tim SMP Nusa Dua juga mendapatkan penghargaan khusus. Tim SMP Nusa Dua yang mendapatkan penghargaan khusus terdiri dari Ni Putu Prisilia Amanda Putri, Putu Ayu Sukma Pratiwi, Putu Dita Widiantari, Vina Maulina Rovika dan Ronald Fitrah Satria Akbar. Tim SMP Nusa Dua juga berhasil meraih 1 perunggu, sedangkan perak dipersembahkan oleh tim SMAN 2 Denpasar.[bbn/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami