Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aplikasi Simalu Menawarkan Solusi Persoalan Sampah dari Hulu ke Hilir

Minggu, 20 Mei 2018, 17:50 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/FB Simalu

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com.Denpasar, Permasalahan kompleks penanganan sampah yang ditemui mulai dari hulu hingga hilir (TPA Suwung) dan bank sampah dan masalah kompleks banjir saat musim hujan tiba karena kurangnya kesadaran kebersihan masyarakat, akhirnya sekelompok pemuda menginisiasi aplikasi 'Simalu' untuk mengatasi permasalahan tersebut.
 
[pilihan-redaksi]
Simalu berdiri sejak 1 tahun yang lalu yaitu april 2017 dengan beberapa personil, diantaranya; Aga Darma (The Hustler), Dode (The Hacker), Dananjaya (The Hacker), Puguh (The Hacker) dan Gustu (The Hipster). Tahap pengembangan aplikasi selama 7 bulan. Sejak bulan Desember 2017 aplikasi sudah dirilis di playstore dan mendapat antusiasme tinggi oleh masyarakat. Selama desember 2017 hingga bulan mei 2018, data jumlah nasabah mencapai 958 orang dan sampah yang sudah diselamatkan mencapai 2,7 ton.
 
Menurut Aga, terdapat beberapa identifikasi persoalan sampah di Bali yakni dari hulu permasalahannya; yakni masyarakat kurang peduli terhadap kebersihan, masih suka bakar sampah, malas memilah sampah, malas menabung sampah ke bank sampah dan tidak tahu lokasi bank sampah terdekat.
 
Sedangkan dari hilir yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) permasalahannya adalah sampah menumpuk di TPA, akibat masyarakat yang tidak mau memilah sampah. Sementara untuk di bank sampah permasalahannya antara lain pencatatan buku masih manual, masyarakat enggan menabung sampah karena dirasa repot atau malas memilah dan kinerja belum optimal.
 
"Melihat permasalahan kompleks tersebut, akhirnya kami mempunyai ide untuk memecahkan tersebut dengan aplikasi Simalu (sistem Manajemen Leluu) yang bisa meningkatkan gairah masyarakat untuk memilah sampah dan melakukan gerakan menabung sampah berbasis aplikasi," ungkap Aga, Sabtu (19/5).
 
[pilihan-redaksi2]
Saat ini Bank Sampah yang bergabung di Simalu tercatat sebanyak 12 unit yang tersebar di Denpasar, Kuta, Gianyar dan Buleleng. Untuk pendanaan, Aga menyebutkan Simalu baru mendapat angle investor dari jepang berupa kendaraan operasional pickup, yang digunakan untuk angkutan sampah.
 
Untuk sisi perolehan pendapatan, Simalu mengenakan biaya admin bagi bank sampah yang menggunakan aplikasi kami. Selain itu Simalu juga merangkap menjadi bank sampah untuk yang menjual dan membeli sampah.
 
"Kedepan kami perlu pendanaan untuk lahan gudang sampah tetapi kami masih hitung-hitung biayanya," ujarnya lugu
 
Simalu juga merupakan Startup binaan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang mendukung Simalu dalam program Inkubator Bisnis (Inbis) dengan memberikan fasilitas tempat gedung, komputer, ruang meeting, hingga mentoring. (bbn/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami