Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Kajati Bali Amir Yanto Fokus Pencegahan Korupsi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Sanur. Resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, menggantikan Jaya Kusuma, Amir Yanto menyatakan akan memberi perhatian pada upaya preventif dalam menekan tindak pidana termasuk korupsi di Pulau Bali.
"Kita upaya preventif dulu, jika perlu tindakan represif, ya akan kita lakukan," tegasnya, usai acara pisah sambut Kajati Bali di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Denpasar Senin (4/6/2018) malam.
Dengan mengedepankan upaya preventif, kata Amir, maka hal itu tidak akan menghambat pembangunan, namun bersama-sama turut mendorong pembangunan di Bali.
Selain fokus pada pencegahan, Amir menyatakan akan memerintahkan semua Kajari di lingkungan Kejati Bali agar menjalankan reformasi birokrasi demi tercitpanya akuntanbilitas dan kepercayaan publik.
Setelah menjabat sebagai Kajati Bali, pria asal Boyolali Jawa Tengah ini mengakui Bali dikenal sampai mancanegara dan juga memiliki "taksu" atau daya tarik tersendiri.
"Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia dan punya "taksu" tersendiri, kondusivitas harus dijaga dengan baik, jangan sampai terjadi kegaduhan yang bisa mengganggu dunia pariwisata dan investasi di Bali,"ujarnya. [bbn/psk]
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1103 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun