Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Seni Burdah, Akulturasi Islam Pegayaman dan Hindu Bali
Rabu, 27 Juni 2018,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Sekaa Burdah Pegayaman menampilkan Seni Burdah yang merupakan warisan leluhur yang kental dengan akulturasi Islam Pegayaman dan Hindu Bali.
[pilihan-redaksi]
Ketut Muhammad Suharto, Ketua Sekaa Burdah Pegayaman. Burdah ialah seni tabuh menggunakan rebana berukuran besar menggunakan rebana besar. Dalam setiap penampilannya Burdah juga disemarakan dengan pertunjukan beladiri yakni Pencak Belebet.
Ketut Muhammad Suharto, Ketua Sekaa Burdah Pegayaman. Burdah ialah seni tabuh menggunakan rebana berukuran besar menggunakan rebana besar. Dalam setiap penampilannya Burdah juga disemarakan dengan pertunjukan beladiri yakni Pencak Belebet.
“Seni itu merupakan warisan leluhur yang kental dengan akulturasi Islam Pegayaman dan Hindu Bali. Dimana syair-syairnya berbahasa arab semua dari kitab Al-Berzanji. Tapi kidungnya kidung Bali. Sementara pakaiannya menggunakan udeng dan lancingan,” tambahnya usai tampil di kalangan Angsoka, Art Center.
[pilihan-redaksi2]
Bagi Suharto, pementasnnya itu bertujuan membuat dan mengabadikan api perdamaian lewat konsep menyama braya. Bukan hal yang mudah mempersiapkan pertunjukan seni Budrah. Butuh waktu 6 bulan lamanya untuk persiapan. Bukan tanpa alasan, waktu yang terpaut lama itu jelas ada sebabnya.
Bagi Suharto, pementasnnya itu bertujuan membuat dan mengabadikan api perdamaian lewat konsep menyama braya. Bukan hal yang mudah mempersiapkan pertunjukan seni Budrah. Butuh waktu 6 bulan lamanya untuk persiapan. Bukan tanpa alasan, waktu yang terpaut lama itu jelas ada sebabnya.
“Kesulitan terletak pada waktu. Apalagi sebagaian besar dari kita adalah petani. Belum lagi cuacanya ga tentu. Jadi agak sulit mengatur waktunya,” papar pria berbaju merah itu.
Pada akhirnya, kerja keras selama 6 bulan itu, ditampilkan hari ini, Selasa (26/6) dengan penuh totalitas. Mulai dari sini ia menggantungan harapan agar Seni Budrah dapat ditampilkan ke mancan negara, yang tidak lain untuk membawa perdamaian dunia. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026